Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Seni dan Keterampilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni dan Keterampilan. Tampilkan semua postingan

TEHNIK-TEHNIK BERMAIN BASS

Jumat, 18 Januari 2013
Dalam bermain Bass kita membutuhkan tehknik-tehknik tertentu agar permainan kita dapat menyesuaikan permainan kita dengan lagu yang sedang kita iringi. Permainan Bass mempunyai bermacam-macam tehknik.Di halaman ini kamu dapat mengetahui teknik-teknik bermain bass. beberapa diantaranya sebagai berikut:

-Fingering

Tehknik Fingering adalah cara klasik dimana jari tengah dan jari manis tangan kanan merapat, pada tangan kiri kita gunakan untuk bagian atas neck dengan posisi jari-jari merenggang. Tehknik ini membuat kelingking tangan kanan menjadi tidak efektif, sehingga fungsi kelingking digantikan oleh ibu jari.





-Walking Bass

Dalam tehknik Walking Bass pemain dituntut untuk bermain stabil tampa terputus-putus. Walking Bass dapat kita lakukan dengan petikan yang dilakukan dengan menggunakan dua atau tiga jari tangan kanan. Tehknik Walking Bass biasanya di gunakan dalam corak musik Jazz.



-Bermain Chords

Melalui tehknik bermain chords memungkinkan si pemain dapat bermain solo Bass, arpeggio atau chord. Dalam kelompok tampa piano Double stops atau Tripple stops sering digunakan.



-Bowing

Tehknik ini membutuhkan keterampilan sang pemain agar menghasilkan dengan tekstur yang lebih kaya dengan cara dengan menggesek atau bowing terutama untuk nada yang ditahan dalam tempo lambat.



-Slapping

Dalam memainkan Bass elektrik kita mengenal tehknik Slapping yaitu dengan mendentingkan senar dengan ibu jari tangan kanan dan pada saat yang bersamaan jari yang lain menarik senar keatas.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOKAL

singing.jpgSENI ADALAH : Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain.

TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :

1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.


singing.jpgSENI ADALAH : Ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan kedalam kreasi dalam bentuk gerak, rupa, nada, syair, yang mengandung unsur-unsur keindahan, dan dapat mempengaruhi perasaan orang lain.

TEKNIK VOCAL adalah : Cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.

UNSUR-UNSUR TEKNIK VOCAL :

1. Artikulasi, adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.
2. Pernafasan adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya, kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan keperluan.

Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :

Pernafasan Dada: cocok untuk nada-nada rendah, penyanyi mudah lelah.

Pernafasan Perut: udara cepat habis, kurang cocok digunakan dalam menyanyi, karena akan cepat lelah.

Pernafasan Diafragma: adalah pernafasan yang paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena udara yang digunakan akan mudah diatur pemakaiannya, mempunyai power dan stabilitas vocal yang baik.

1. Phrasering adalah : aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
2. Sikap Badan : adalah posisi badan ketika seseorang sedang nyanyi, bisa sambil duduk, atau berdiri, yang penting saluran pernafasan jangan sampai terganggu.
3. Resonansi adalah : usaha untuk memperindah suara dengan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.
4. Vibrato adalah : Usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberigelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.
5. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
6. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.

Syarat-syarat terbentuknya Intonasi yang baik :

Pendengaran yang baik

Kontrol pernafasan

Rasa musical.

NADA adalah bunyi yang memiliki getaran teratur tiap detiknya.

SIFAT NADA ADA 4 (EMPAT) :

1. FITCH yaitu ketepatan jangkauan nada.
2. DURASI yaitu lamanya sebuah nada harus dibunyikan
3. INTENSITAS NADA yaitu keras,lembutnya nada yang harus dibunyikan.
4. TIMBRE yaitu warna suara yang berbeda tiap-tiap orang.

AMBITUS SUARA adalah luas wilayah nada yang mampu dijangkau oleh seseorang.

Seorang penyanyi professional harus mampu menjangkau nada-nada dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi sesuai dengan kemampuannya.

CRESCENDO adalah suara pelan berangsur-angsur keras.

DESCRESCENDO adalah suara keras berangsur-angsur pelan.

STACATO adalah suara dalam bernyanyi yang terpatah-patah.

SUARA MANUSIA DIBAGI 3 (TIGA) :

1. Suara Wanita Dewasa ;

Sopran (suara tinggi wanita)

Messo Sopran (suara sedang wanita)

Alto (suara rendah wanita)

1. Suara Pria Dewasa :

Tenor (suara tinggi pria)

Bariton (suara sedang pria)

Bas (suara rendah pria)

1. Suara Anak-anak :

Tinggi

Rendah.

TANGGA NADA DIATONIS adalah rangkaian 7 (tujuh) buah nada dalam satu oktaf yang mempunyai susunan tinggi nada yang teratur.

Tangga Nada Diatonis Mayor adalah Tangga Nada yang mempunyai jarak antar nadanya 1 (satu) dan ½ (setengah).

Ciri-ciri tangga nada Diatonis Mayor :

1. Bersifat riang gembira
2. Bersemangat
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada Do = C
4. Mempunyai pola interval : 1 , 1 ,. ½, 1 , 1 , 1, ½

Ciri-ciri Tangga nada Diatonis Minor :

1. Kurang bersemangat.
2. Bersifat sedih
3. Biasanya diawali dan diakhiri dengan nada La = A
4. Mempunyai pola interval : 1 , ½ , 1 , 1 , ½ , 1 , 1 .

Catatan : Teori ini kurang sesuai dengan musik Dangdut yang banyak berkembang di Indonesia.

Contoh Lagu yang bertangga nada Mayor : Maju Tak Gentar, Indinesia Raya, Hari merdeka, Halo-halo Bandung, Indonesia Jaya, Garuda Pancasila, Mars Pelajar.

Contoh Lagu yang bertangga nada Minor : Syukur, Tuhan, Gugur Bunga.

TANGGA NADA KROMATIS adalah tangga nada yang mempunyai jarak antar nadanya hanya ½ . Contoh : C – Cis – D – Dis- E – F – Fis – G – Gis – A – Ais – B

TANGGA NADA ENHARMNONIS adalah rangkaian tangga nada yang mempunyai nama dan letak yang berbeda, tetapi mempunyai tinggi nada yang sama.

Contoh : Nada Ais-Bes, Cis-Des, Gis-As, Dis-Es, Fis-Ges.

APRESIASI yaitu Totalitas kegiatan yang meliputi penglihatan, pengamatan, penilaian, dan penghargaan terhadap suatu karya seni.

BIRAMA adalah ketukan tetap yang berulang-ulang pada sebuah lagu. Contoh birama :

2/4 , 3/4 , 4/4 , 6/8

PADUAN SUARA adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.

JENIS-JENIS PADUAN SUARA :

1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis, contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
3. Paduan Suara 3 sejenis S - S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran , contoh : Sopran, Alto Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

DIRIGEN / CONDUCTOR adalah orang yang memimpin Paduan Suara.

Syarat-syarat seorang Dirigen/ Conductor yang baik :

1. memiliki sifat kepemimpinan
2. memiliki ketahanan jasmani yang tangguh
3. sebaiknya sehat jasmani dan rohani
4. simpatik
5. menguasai cara latihan yang efektif
6. memiliki daya imajinasi yang baik
7. memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan bermain musik.

TANDA DINAMIK adalah tanda utuk menyatakan keras, lembutnya sebuah lagu yang dinyanyikan. Contoh-contoh Tanda Dinamik :

1. f : forte = keras

2. ff : fortissimo = sangat keras

3. fff : fortissimo assai = sekeras mungkin

4. mf : mezzo forte = setemgah keras

5. fp : forte piano = mulai dengan keras dan diikuti lembut

6. p : piano = lembut

7. pp : pianissimo = sangat lembut

8. ppp : pianissimo possibile = selembut mungkin

9. mp : mezzo piano = setengah lembut

PERUBAHAN TANDA DINAMIKA :

- Diminuendo (dim) : melembut

- Perdendosi : melembut sampai hilang

- Smorzzande : sedikit demi sedikit hilang

- Calando : mengurangi keras

- Poco a poco : sedikit demi sedikit / lambat laun

- Cresscendo : berangsur-angsur keras

- Decrsescendo : berangsur-angsur lembut

TANDA TEMPO adalah tanda yang diguakan untuk menunjukan cepat atau lambatnya sebuah lagu yang harus dinyanyikan. A.TANDA TEMPO CEPAT :

1. Allegro : cepat

2. Allegratto : agak cepat

3. Allegrissimo : lebih cepat

4. Presto : cepat sekali

5. Presstissimo : secepat-cepatnya

6. Vivase : cepat dan girang

B. TANDA TEMPO SEDANG :

1. Moderato : sedang

2. Allegro moderato : cepatnya sedang

3. Andante : perlahan-lahan

4. Andantino : kurang cepat

C. TANDA TEMPO LAMBAT :

1. Largo : lambat

2. Largissimo : lebih lambat

3. Largeto : agak lambat

4. Adagio : sangat lambat penuh perasaan

5. Grave : sangat lambat sedih

6. Lento : sangat lambat berhubung-hubungan.

PERMATA / CORONA adalah tanda untuk menambah hitungan menurut selera.

Mengapa Muncul Nada Fals?

Seorang penyanyi harus mampu melakukan kontrol nada (pitch control) ketika bernyanyi. Hal ini sangat penting dilakukan untuk menjaga konsistensi vokal, sehingga terhidar dari nada fals (atonal). Munculnya nada fals akan sangat menggangu kenikmatan pendengar. Akibatnya, cemoohanlah yang akan mendera si penyanyi. Bahkan, lebih parah lagi, ia akan kehilangan kredibilitas!

Ada beberapa faktor penyebab munculnya nada fals:

♪ Talenta Musik

Tuhan menciptakan manusia dengan karakter dan kemampuan masing-masing. Ada orang yang memiliki talenta musik yang baik, ada pula yang tidak memilikinya. Seseorang yang sama sekali tidak memiliki kecenderungan musik (musikalitas) yang baik,

akan cukup sulit untuk menjaga dan mengontrol nada. Diperlukan kerja keras dan cerdas untuk mendapatkannya. Memang ada beberapa tips latihan vokal yang bisa mengatasinya, namun memerlukan waktu relatif lama.

Lain halnya dengan seseorang yang telah memiliki talenta musik (sekecil apapun itu). Melalui latihan intensif, ia akan lebih mudah menguasai dan mengontrol nada, hingga ia bisa bernyanyi mulus, tanpa fals sedikitpun.

♪ Range Vokal Penyanyi

Range Vokal adalah jarak antar nada dari satu interval ke interval lainnya. Dimana satu interval terdiri dari nada: do re mi fa sol la si. Sementara tata nada sebelum dan sesudahnya adalah interval lain.

Manusia pada umumnya, paling tidak memiliki 2 interval nada. Namun ada juga yang memiliki 6 interval, bahkan 8 interval nada. Vokalis Steel Hearth, Mariah Carey, Whitney Houston adalah beberapa penyanyi dengan range vokal sangat panjang.

Nah, apa hubungannya dengan Fals?

Penyanyi dengan range vokal pendek, dia akan kesulitan menjangkau nada-nada yang terlampau tinggi atau rendah. Saat itulah yang paling rawan bagi mereka.

♪ Penguasaan Teknik Vokal

Bagi para penyanyi dengan range vokal pendek, sebetulnya ada beberapa cara untuk menghindari ranjau-ranjau fals. Diantaranya adalah dengan menggunakan teknik falseto dan cop stemp. Kedua cara ini hampir sama, yakni dengan menggunakan nada ’palsu’ ketika menemui nada-nada tinggi. Perbedaanya adalah output power cop stemp lebih kuat dibandingkan dengan teknik falseto. Sehingga, dengan cop stemp, seolah-olah ia mengeluarkan nada ’asli’ atau normal.

Nah, jika kedua teknik ini tidak dikuasai, maka nada fals akan relatif banyak ditemukan.

♪ Tingkat Kesulitan Lagu

Tingkat kesulitan lagu berbeda-beda. Mulai dari yang hanya memiliki dua atau tiga chord saja. Hingga lagu yang memiliki puluhan chord dalam musik pengiringnya. Untuk lagu yang relatif mudah, tentunya tidak terlalu dibutuhkan kemampuan ekstra untuk mengontrol nada. Tetapi, ketika menyanyikan lagu dengan tingkat kesulitan tinggi, seringkali diperlukan beberapa kali latihan penguasaan untuk mendapatkan kualitas vokal yang mulus dari lagu tersebut. Hal ini tidak hanya dialami oleh para penyanyi pemula, tetapi juga oleh para penyanyi kaliber profesional sekali pun. Terutama dalam take vokal untuk rekaman di studio. Seorang penyanyi profesional bisa berkali-kali mengulang baris lagu yang sulit, untuk mencapai tone yang sempurna.

♪ Perangkat Audio Pendukung

Selain faktor internal penyanyi, faktor eksternal juga turut menentukan munculnya nada fals. Misalnya dalam sebuah pertunjukan di dalam gedung yang tidak disertai dengan setting akustik ruangan yang memadai, kemudian kualitas sound system seadanya, dengan tanpa disertai monitor vokal yang baik, niscaya si penyanyi akan sangat kesulitan untuk mengontrol nada.

Sehebat apapun kemampuan vokal si penyanyi, jika menghadapai kondisi seperti itu akan sangat sangat keteteran. Gedung tanpa penataan akustik yang baik, akan menimbulkan gaung yang sangat mengganggu stabilitas tempo. Akibatnya sangat fatal, konsentrasi penyanyi terganggu, harmonisasi musik dan lagu semakin kacau, karena si penyanyi akan menggunakan acuan tempo musik hasil pantulan (gaung), sementara si pendengar/penonton mendengarkan tempo yang asli.

Solfegio (teknik vokal kepala)

Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang rang vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya.


Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek.

Pemahaman terhadap tipikal vokal sangat penting. Terutama untuk menentukan nada dasar ketika hendak bernyanyi. Bagi Anda yang bertipikal vokal rendah, jangan khawatir kehilangan kesempatan bernyanyi. Tak masalah. Anda bisa menyesuaikan nada dasar di mana Anda mulai bernyanyi yang sesuai dengan jenis suara Anda. Misalnya dengan menurunkan nada dasar dari penyanyi aslinya. Ilmu vokal bukanlah ilmu eksak.

Pada dasarnya range vokal seseorang bisa ditingkatkan. Ada beberapa jenis latihan yang dapat membantu meningkatkan range vokal. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik ”vokal kepala” atau ”suara langit-langit”.

Output vokal seseorang secara natural terbagi dua, yakni vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atas rongga mulut. Sementara vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rongga dada.

Untuk menemukan vokal kepala. Mulailah dengan latihan berikut:

Tentukan nada terendah yang mampu Anda bawakan dengan baik, nyanyikan solmisasi (do re mi fa sol la si do) dari suara terendah tersebut hingga nada tertinggi yang Anda kuasai. Pada saat vokal Anda tidak mampu mengeluarkan nada tertinggi dengan baik atau sampai Anda membutuhkan untuk mengubah nada Anda ke dalam vokal kepala.

Mulailah lakukan dengan menggunakan vokal kepala. Caranya ”lemparkan” suara di dalam rongga mulut Anda ke atas langit-langit. Rasakan suara Anda menjadi lebih ringan dan jaga agar tetap bright (jelas). Pada tahap awal, jika Anda menggunakan vokal kepala dengan baik akan terasa dahi atau kepala Anda bergetar. Untuk tahap awal biasanya akan terasa sedikit pusing. Selain itu ada juga teknik lain, yaitu dengan menggunakan teknik falseto dan kop stem

Gambar Anatomi (Tata Busana / Teknik BUsana)

Senin, 14 Januari 2013


1. Gambar Wajah Wanita Tampak Depan
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3 lalu diberi garis ditepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak dengan ukuran 18 x 12.
c. Dibagi 2 dahulu lebarnya, lalu lebarnya dibagi 5, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.
d. Bentuk lingkar kepala.
e. Gambarlah matanya pada garis tengan panjang.
f. Lalu gambar alis.
g. Gambarlah hidungnya pada garis panjang.
h. Gambarlah bibirnya pada garis panjang.
i. Gambar telinganya di batas garis tengah sampai pada garis panjang.
j. Gambar rambutnya.

2. Gambar Wajah Wanita Tampak Miring dan Samping
Cara Membuat Wajah Tampak Miring:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3 lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Dibagi 2 dahulu panjangnya.
c. Buat kotak dibagian atas dengan ukuran 12 x 9 cm.
d. Di tepi kiri beri garis dengan lebar 1 cm, lalu sisanya di bagi 5 cm, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.
e. Bagian lebar kotak kedua dibagi 2 lalu di sebelah kanan dibagi 2.
f. Bentuk lingkar kepala, pada bagian dagu terletak pada lebar kotak kesatu dan kedua.
g. Gambarlah matanya pada garis tengah panjang, mata sebelah kanan pada kotak pertama, sebelah kiri pada kotak ketiga.
h. Lalu gambar alis.
i. Gambarlah hidungnya pada garis panjang.
j. Gambarlah bibirnya pada garis panjang.
k. Gambar telinganya di batas garis tengah sampai pada garis panjang.
l. Gambar rambutnya.
Cara Membuat Wajah Tampak Samping:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3 lalu diberi garis pinggir 2 cm.
b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 10 cm.
c. Lebarnya dibagi 2, lalu panjangnya dibagi 4, bagian atas dibagi 2, bagian bawah dibagi 2.
d. Buat kepala.
e. Gambarlah mata sebelah kiri digaris tengah.
f. Buatlah alis.
g. Gambarlah hidungnya pada garis panjang, hidung sedikit keluar dari garis tepi kotak.
h. Gambarlah bibirnya pada garis panjang.
i. Gambar telinganya di batas garis tengah sampai pada garis panjang.
j. Gambar rambutnya

3. Gambar Wajah Wanita Tampak Depan Menunduk
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis pinggir 2 cm.
b. Buat kotak dengan ukuran 18 x 12 cm.
c. Dibagi 2 dahulu lebarnya, lalu lebarnya dibagi 5, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.
d. Bentuk lingkar kepala.
e. Di garis tengah beri garis bantu lengkung.
f. Buatlah mata pada garis bantung lengkung.
g. Di garis beri garis bantu lengkung, kemudian gambar hidung pada garis sampai batas garis bantu lengkung.
h. Beri garis bantu lengkung di garis kemudian buatlah bibir sampai batas garis lengkung.
i. Gambar telinga pada garis .
j. Gambar rambutnya.

4. Gambar Wajah Wanita Tampak Miring Menunduk dan Samping
Menunduk.
Cara Membuat Wajah Tampak Miring Menunduk:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Lalu panjang dibagi 2 terlebih dahulu.
c. Bagian atas buat kotak dengan ukuran 12 x 9 cm.
d. Di tepi kiri beri garis dengan lebar 1 cm, lalu sisanya di bagi 5 cm, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.
e. Bagian lebar kotak kedua dibagi 2 lalu di sebelah kanan dibagi 2.
f. Kotak ketiga lebarnya dibagi 2, lalu beri garis disebelah kiri dengan lebar 2 mm.
g. Buat garis bantu lengkung kebawah digaris tengah sampai dikotak tiga, lalu buatlah mata.
h. Gambarlah alis.
i. Gambarlah telinga pada garis tengah.
j. Buat garis bantu lengkung kebawah pada garis , lalu buatlah hidung sampai batas garis bantu lengkung.
k. Buat garis bantu lengkung kebawah pada kotak terakhir, lalu buatlah bibir sampai batas garis bantu lengkung.
l. Gambarlah rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping Menunduk:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 10 cm.
c. Lebarnya dibagi 2, lalu panjangnya dibagi 4, bagian atas dibagi 2, bagian bawah dibagi 2.
d. Buat kepala, hidung sedikit melewati garis tepi kotak.
e. Buat garis bantu lengkung pada garis tengah, lalu buatlah mata.
f. Gambarlah alis.
g. Buatlah garis lengkung pada garis, setelah itu buat garis miring dengan lebar 0,8 lalu gambarlah hidung sampai batas garis bantu lengkung.
h. Buat garis bantu lengkung pada garis tepi bawah, gambarlah dagu sampai batas garis bantu.
i. Gambarlah telinga pada garis tengah.
j. Gambarlah rambutnya.

5. Gambar Wajah Wanita Tampak Depan Menengadah
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak dengan ukuran 18 x 12 cm.
c. Lebarnya dibagi 2, lalu dibagi 5, panjangnya dibagi 4 lalu bagian atas dan bawah dibagi 2.
d. Gambar lingkar kepala.
e. Buat garis bantu lengkus keatas pada garis tengah, lalu gambarlah mata.
f. Gambar alis.
g. Gambar telinga pada garis tengah.
h. Buat garis bantu lengkung keatas pada garis , lalu gambarlah hidung.
i. Buat garis bantu lengkung keatas pada garis , lalu gambarlah bibir.
j. Buat garis lengkung keatas pada garis tepi bawah lalu buatlah dagu samapai batas lengkungannya.
k. Gambar rambutnya.

6. Gambar Wajah Wanita Tampak Miring Menengadah dan Samping
Menengadah
Cara Membuat Wajah Tampak Miring Menengadah:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Lalu panjang dibagi 2 terlebih dahulu.
c. Bagian atas buat kotak dengan ukuran 12 x 9 cm.
d. Di tepi kiri beri garis dengan lebar 1 cm, lalu sisanya dibagi 5 cm, panjangnya dibagi 4, bagian  atas dan bawah dibagi 2.
e. Bagian lebar kotak kedua dibagi 2 lalu di sebelah kanan dibagi 2.
f. Kotak ketiga lebarnya dibagi 2, lalu beri garis disebelah kiri dengan lebar 2 mm.
g. Buat garis bantu lengkung keatas digaris tengah sampai dikotak tiga, lalu buatlah mata.
h. Gambarlah alis.
i. Gambarlah telinga pada garis tengah.
j. Buat garis bantu lengkung keatas pada garis, lalu buatlah hidung sampai batas garis bantu lengkung.
k. Buat garis bantu lengkung keatas pada kotak terakhir, lalu buatlah bibir sampai batas garis bantu lengkung.
l. Gambarlah rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping Menunduk:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 10 cm.
c. Lebarnya dibagi 2, lalu panjangnya dibagi 4, bagian atas dibagi 2, bagian bawah dibagi 2.
d. Buat kepala.
e. Buat garis bantu miring ditepi garis kotak kiri, keluar garis dengan lebar dari garis tengah kebawah 1cm, 1,5cm, dan 2cm, bagian atas dengan lebar 2cm, 1,5cm dan 1 cm dari kotak atas kebawah, lalu tarik garis, lalu gambarlah hidung dan dagunya sampai batas garis bantu miring.
f. Gambar mata pada garis tengah.
g. Gambar alis.
h. Gambar telinga pada garis tengah.
i. Gambar bibir pada garis sampai batas garis bantu miring.
j. Gambar rambutnya.

7. Gambar Wajah Pria Tampak Depan
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak dengan ukuran 16 x 12 cm.
c. Lebar dibagi 2 lalu dibagi lagi 5, panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.
d. Gambar lingkar kepala, bagian pipi agak diberi siku.
e. Gambar mata di atas pada garis tengah.
f. Gambar alis kira-kira 0,5 cm dari mata.
g. Gambar hidung pada garis .
h. Gambar bibir pada garis
i. Gambar telinga pada garis tengah.
j. Gambar rambutnya.

8. Gambar Wajah Pria Tampak Miring dan Samping
Cara Membuat Wajah Tampak Miring:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Lalu panjang dibagi 2 terlebih dahulu.
c. Bagian atas buat kotak dengan ukuran 12 x 9 cm.
d. Lebar dibagi 5, kotak kedua dibagi 2 dan diberis garis bantu dengan lebar 1mm. panjangnya dibagi 4, bagian atas dan bawah dibagi 2.
e. Gambar lingkar kepala.
f. Bagian dagu terletak antara kotak pertama dan kedua, bagian pipi kanan agak dikeluarkan dikit dari garis tepi kotak.
g. Gambar mata diatas garis tengah.
h. Gambar alis.
i. Gambar hidung pada garis .
j. Gambar bibir pada garis
k. Gambar telinga pada garis tengah.
l. Gambar rambutnya.

Cara Membuat Wajah Tampak Samping:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak disisa gambar wajah tampak miring bawahnya tadi dengan ukuran 12 x 12 cm.
c. Lebar dibagi 2, panjangnya dibagi 4 digaris sampai batas lebar garis tengah, lalu bagian atas dan bawah dibagi 2.
d. Gambar kepala.
e. Gambar mata diatas pada garis tengah.
f. Gambar alis.
g. Gambar telinga pada garis tengah.
h. Gambar hidung pada garis .
i. Gambar bibir pada garis
j. Gambar rambutnya.

9. Gambar Gaya Tangan
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak dengan ukuran 36 x 27,8 cm.
c. Lebar dibagi 2, lalu kotak sebelah kanan dan kiri dibagi 2, panjangnya dibagi 4.
d. Gambarlah 8 gaya tangan pada kotak-kotak tersebut.

10. Gambar Gaya Kaki
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Buat kotak dengan ukuran 36 x 27,8 cm.
c. Lebar dibagi 2, lalu kotak kanan dan kiri dibagi 2 lagi, panjangnya dibagi 3.
d. Gambarlah 6 gaya kaki pada kotak tersebut.

11. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 81/2
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Masing-masing diberi garis vertikal sepanjang 25,5cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3 cm diberi tanda berupa garis .setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung dari 1 cm dari garis sumbu kekanan dan ke kiri lalu diberi tanda.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbadingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu dihitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5.
4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan kiri sebesar 1 cm.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan kiri.
6) Lutut pada garis nomor 5 sebesar 1 cm.
7) Mata kaki pada angka 8 ukuran 0,75 ke kanan dan ke kiri.
8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.
10) Masing masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.
e. Untuk bagian kolom kanan, garis buat garis seperti keterangan diatas, hapus garis bantunya dan dibentuk tubuhnya.

PROPORSI TUBUH WANITA
(1 : 8 ½) DAN (1 : 9)
NO
KETERANGAN
PERBANDINGAN
(1 : 8 ½)
(1 : 9)
1
Tinggi kepala (TK) = 3 cm
1 x TK
1 x TK
2
Lebar kepala (LK)
2/3 x TK
2/3 x TK
3
Letak bahu
Angka 1 1/2
Angka 1 1/2
4
Lebar bahu
2 x LK
2 x LK
5
Letak pinggang
Angka 3
Angka 3
6
Lebar pinggang
3/4 x TK
3/4 x TK
7
Letak panggul
Angka 4
Angka 4
8
Lebar panggul
2 x LK
2 x LK
9
Letak lutut
Angka 5 2/3
Angka 5 2/3
10
Letak betis
Angka 6-7
Antara angka 6-7
11
Letak tumit
Angka 8
Angka 8 1/2
12
Lebar garis tumit
½  x TK
½ x TK
13
Letak telapak kaki
Angka 8
Angka 8 1/2
14
Letak ujung  jari kaki
Angka 8 - 8 1/2
Angka 8 ½ - 9
15
Letak siku
Sejajar pinggang
Sejajar pinggang
16
Letak ujung jari tangan
Angka 4 3/4
Angka 4 3/4

Perbedaan dengan proporsi tubuh wanita 1:8 ½ dan 1:9 adalah terletak pada panjang kaki dan letak tumit.

PROPORSI TUBUH PRIA
(1 : 10) dan (1 : 8 ½ + 1 mm)
NO
KETERANGAN
PERBANDINGAN
(1 : 10)
(1 : 8 ½ + 1 mm )
1
Tinggi kepala (TK) = 3 cm
1 x TK
1 x TK
2
Lebar kepala (LK)
¾ x TK
¾ x TK
3
Letak bahu
Angka 1 1/3
Angka 1 1/3
4
Lebar bahu
2 x LK
2 x LK
5
Letak pinggang
Angka 3 naik 2 mm
Angka 3naik 2 mm
6
Lebar pinggang
1 x TK
1 x TK
7
Letak panggul
Angka 4
Angka 4
8
Lebar panggul
1 1/3 x TK
1 1/3 x TK
9
Letak lutut
Angka 6
Angka 5 2/3
10
Letak betis
Angka 6-7
Antara angka 6-7
11
Letak tumit
Angka 9 1/3
Angka 8
12
Lebar garis tumit
1 1/3 x TK
1 1/3 x TK
13
Letak telapak kaki
Angka 10
Angka 8 1/2
14
Letak ujung  jari kaki
Angka 10
Angka 8 1/2
15
Letak siku
Sejajar pinggang
Sejajar pinggang
16
Letak ujung jari tangan
Angka 4 3/4
Angka 4 3/4

Pada perbandingan tubuh pria secara ilustrasi yaitu pada setiap batas angka di tambah 1 mm dari tinggi sebelumnya. Jika  ukuran tinggi kepala 3 cm, maka angka 0-1 = 3 cm, angka 1-2 = 3 cm + 1 mm, angka 2-3 = 3,1 cm + 1 mm, dan seterusnya. Sehingga tinggi gambar seluruhnya adalah 28,8 cm.

12. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 81/2 + 1mm
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Masing-masing kotak diberi garis vertikal sepanjang 28,7 cm, dengan cara dihitung per 3 cm, berikutnya ditambah 1 mm dan seterusnya, lalu diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8 .
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu :
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung 1 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri lalu diberi tanda.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbandingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu di hitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
3) Untuk lehr diletakkan anatara bahu dan kepala antara 1 dan 2. Baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5 cm.
4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 1,1 cm.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
6) Lutut pada garis nomor 5 sebesar 1 cm.
7) Mata kaki pada angka 8 ukuran 0,75 ke kanan dan ke kiri.
8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.
10) Masing masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.
e. Untuk bagian kolom kanan, garis buat garis seperti keterangan diatas, hapus garis bantunya dan dibentuk tubuhnya.

13. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 9
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Masing-masing kotak digambar garis lurus vertical sepanjang 27 cm, dengan cara dihitung per 3 lalu setiap cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu     :
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung dari 1 cm dari garis sumbu kekanan dan ke kiri lalu diberi tanda.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbadingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu dihitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5.
4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 1,1 cm.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
6) Lutut pada garis nomor 5 atau dari garis nomor 6 dikurangi 6 mm sebesar 1 cm.
7) Mata kaki pada angka 8 ukuran 0,75 kekanan dan ke kiri.
8) Tangan diukur degan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya yang seimbang.
9) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.
e. Untuk bagian kolom kanan lalu garis bantu dihapus dengan lebih dahulu dibentuk tubuhnya.

14. Gambar Proporsi Tubuh Wanita 1 : 10
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, lalu diberi garis tepi kiri 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Masing-masing kotak digambar garis lurus vertical sepanjang 30 cm, dengan cara dihitung per 3 lalu setiap cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu     :
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, dihitung dari 1 cm dari garis sumbu kekanan dan ke kiri lalu diberi tanda.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 yang lebih dulu dibagi 2 bagian dengan perbadingan 1,5 : 1,5 digaris horizontal lalu dihitung 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala antara nomor 1 dan 2. baik nomor 1 dan 2 dihitung dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 0,5.
4) Pinggang pada garis nomor 3 diukur dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri sebesar 1,1 cm.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran 2 cm dari garis sumbu ke kanan dan ke kiri.
6) Lutut pada garis nomor 6 sebesar 1 cm.
7) Mata kaki pada angka 9 ukuran 0,75 kekanan dan ke kiri.
8) Ujung kaki pada garis 10, ukuran 1 cm ke kanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur degan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya yang seimbang.
10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh wanita.
e. Untuk bagian kolom kanan lalu garis bantu dihapus dengan lebih dahulu dibentuk tubuhnya.

15. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 81/2
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Kotak Kiri digambar garis lurus vertical sepanjang 25,5 cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8.
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.
4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
6) Lutut pada garis nomor 5 .
7) Mata kaki pada angka 8 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).
8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.
10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

16. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 9
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Kotak kanan digambar garis lurus vertical sepanjang 27 cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.
4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
6) Lutut pada garis nomor 6.
7) Mata kaki pada angka 8 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).
8) Ujung kaki pada garis 9 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.
10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

17. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 8 + 1mm
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Kotak kanan di beri garis vertikal sepanjang 28,7 cm, dengan cara dihitung per 3 cm, berikutnya ditambah 1 mm dan seterusnya, lalu diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 8 .
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.
4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
6) Lutut pada garis nomor 6..
7) Mata kaki pada angka 8 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).
8) Ujung kaki pada garis 8 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.
10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

18. Gambar Proporsi Tubuh Pria 1 : 10
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Sisa kertas dibagi 2 sama besar.
c. Kotak kiri digambar garis lurus vertikal sepanjang 30 cm, dengan cara dihitung per 3 cm lalu setiap 3cm diberi tanda berupa garis. Setiap garis diberi nomor mulai dari angka 0 – 9.
d. Mulai dibuat kerangka dengan ukuran-ukuran tertentu:
1) Untuk kepala diletakkan diantara 0 dan 1, lebarnya dihitung dengan rumus x tinggi kepala.
2) Bahu diletakkan diantara nomor 1 dan 2 tepatnya 1 lebarnya dengan rumus 2 x lebar kepala.
3) Untuk leher diletakkan antara bahu dan kepala lebarnya dengan rumus x lebar kepala.
4) Pinggangnya pada garis nomor 3 dikurangi 2 mm diukur lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
5) Panggul pada nomor 4 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala.
6) Lutut pada garis nomor 6.
7) Mata kaki pada angka 9 ukuran lebarnya dengan rumus 1 x tinggi kepala yang dibagi lagi menjadi 3 bagian sama besar (0,6).
8) Ujung kaki pada garis 10 , ukuran 1 cm kekanan dan ke kiri.
9) Tangan diukur dengan gaya sesuai selera dan ukuran panjangnya seimbang.
10) Masing-masing tanda dihubungkan, sehingga membentuk kerangka tubuh pria.

19. Gambar Rangka Balok
Cara Membuat:
a. Siapkan proporsi tubuh wanita ukuran 1 : 9, jiplak pada kertas lain, setelah selesai gunting-gunting.
b. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
c. Sisa kertas dibagi 2 sama besar, masing-masing kolom diberi garis vertikal untuk sumbu.
d. Kertas yang sudah dipotong-potong dijiplak pada kertas A3 tersebut, yang membentuk balok.
e. Masing-masing garis dihubungkan lalu dibentuk tubuh wanita dengan posisi .

20. Gambar Rangka Benang
Cara Membuat:
a. Siapkan proporsi tubuh wanita ukuran 1 : 9, jiplak pada kertas lain, setelah selesai gunting-gunting.
b. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
c. Sisa kertas dibagi 2 sama besar, masing-masing kolom diberi garis vertikal untuk sumbu.
d. Kertas yang sudah dipotong-potong dijiplak pada kertas A3 tersebut, namun yang dijiplak hanya garis-garisnya saja tidak membentuk balok.
e. Masing-masing garis dihubungkan lalu dibentuk tubuh wanita dengan posisi .

21. Gambar Rangka Elips
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas A3 lalu beri garis pinggir sebesar 2 cm, sisanya dibagi 2 kolom lalu diberi garis sumbu vertical sepanjang 27 cm, setiap 3 cm diberi tanda.
b. Untuk lebar dari kepala sampai kaki 1 cm kekiri 1 cm kekanan setelah selesai di bentuk elips.
c. Untuk bagian nomor 1 diisi kepala, untuk bagian nomor 2 diisi leher, untuk bagian nomor 3 dan 4 diisi badan, untuk bagian nomor 5 diisi panggul, untuk bagian nomor 6 dan 7 diisi paha, untuk bagian nomor 8-9 diisi betis, bagian terakhir nomor 10 diisi telapak kaki.
d. Lalu dibentuk tubuh wanita tampak samping.

22. Pewarnaan Wajah Wanita
Cara membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Gambar wajah wanita dengan ukuran 15 x 10 cm.
c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:
1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.
2) garis yang ditimbulkan dari penseil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.
3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.
4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.
d. Memulai pewarnaan dengan urutan:
1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi muka lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).
2) Kedua mewarnai bagian mata pertama pemberian eye shadow, highlight, membuat alis, membuat tepi mata, bulu mata, mewarnai kornea mata. Semua sesuai selera.
3) Mewarnai pipi dengan blush on sesuai selera.
4) Mewarnai bibir dengan warna sesuai selera dimulai dari sudut bibir lalu menuju ke tengah.
5) Terakhir mewarnai rambut.

23. Pewarnaan Wajah Pria
Cara membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Gambar wajah pria dengan ukuran 15 x 11,5 cm.
c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:
1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.
2) garis yang ditimbulkan dari penseil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.
3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.
4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.
d. Memulai pewarnaan dengan urutan:
1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi muka lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).
2) Kedua mewarnai bagian mata pertama membuat alis, membuat tepi mata, mewarnai kornea mata. Semua sesuai selera.
3) Mewarnai bibir dengan warna sesuai selera dimulai dari sudut bibir lalu menuju ke tengah.
4) Terakhir mewarnai rambut.

24. Pewarnaan Tubuh Wanita
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Gambar tubuh wanita dengan ukuran 1 : 9.
c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:
1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.
2) garis yang ditimbulkan dari pensil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.
3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.
4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.
d. Memulai pewarnaan dengan urutan:
1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).
2) Bagian wajah dahulu lalu bagian tubuhnya.

25. Pewarnaan Tubuh Pria
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas manila ukuran A3, buat garis tepi dengan lebar 2 cm.
b. Gambar tubuh pria dengan ukuran 1 : 9.
c. Memulai pewarnaan dengan prosedur:
1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.
2) garis yang ditimbulkan dari pensil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.
3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.
4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.
d. Memulai pewarnaan dengan urutan:
1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).
2) Bagian wajah dahulu lalu bagian tubuhnya.

26. Langkah-langkah Membuat Desain
Cara Membuat:
a. Siapkan kertas ukuran A3 sebanyak 2 buah, tepi kiri diberi garis sebesar 2 cm.
b. Masing-masing kertas dibagi 2, lalu gambar tubuh wanita ukuran 1 : 9 yang tidak terlalu tebal.
c. Bagian kiri tubuh wanita hanya menggunakan busana dalam, bagian kanan berisi gambar wanita dengan siluet busana yang di desain, kertas kedua bagian kiri berisi wanita berbusana yang belum lengkap, tetapi bagian bagian tubuh yang tertutup busana dihapus dan beri garis putus-putus. Bagian kanan beriisi wanita yang sudah berbusana lengkap yang diberi warna.
a. Memulai pewarnaan dengan prosedur        :
1) Pewarnaan tidak boleh 1 arah tetapi ke segala arah.
2) garis yang ditimbulkan dari pensil warna haruslah pendek-pendek tetapi rapat.
3) Ketebalan warna didapat dari pengulangan pensil warna, bukan tekanan pensil warna.
4) Pewarnaan dimulai dari bagian yang cekung dan cembung. Bagian cekung cenderung tebal, sedangkan bagian cembung cenderung tipis.
b. Memulai pewarnaan dengan urutan:
1) Yang pertama kali diwarnai adalah bagian tepi lalu menuju ke tengah (makin ke tengah makin tipis).
2) Bagian wajah dahulu lalu bagian busananya.

ANATOMI WAJAH ANAK-ANAK WANITA TAMPAK DEPAN

1.      Gambarlah persegi panjang terlebih dahulu dengan ukuran 18 x 13.5 cm
2.      Pada bagian sisi 13.5 cm dibagi menjadi 5 bagian
3.      Pada sisi 18 cm dibagi menjadi 4 bagian
4.      Tarik garis sumbu pada kotak-kotak yang telah dibuat
5.      Buat garis out line wajah dan telinga seperti gambar
6.      Untuk penempatan mata diletakkan pada kolom 2 dan 4 pada baris ke 3, bentuk mata beserta bola dan bulu matanya
7.      Gambar hidung terletak pada baris ke 4 kolom ke 3 tepat pada garis sumbu
8.      Kemudian gambarlah bibir pada kolom ke 3 baris ke 5 sebagai dasar pada bibir bawah
9.      Buatlah alis dengan penarikkan tengah mulut melewatti cuping hidung, sehingga akan menentukan ujung alis
10.  Untuk pangkal alis ditentukan menurut lebar mata dengan tinggi alis ± 1,5 x lebar mata
11.  Buatlah garis alis seperti gambar
12.  Setelah mata, hidung, mulut, alis, maka buatlah siluet garis rambung dan garis leher.

ANATOMI WAJAH ANAK-ANAK PRIA TAMPAK DEPAN

1.      Gambarlah persegi panjang terlebih dahulu dengan ukuran 18 x 13.5 cm
2.      Pada bagian sisi 13.5 cm dibagi menjadi 5 bagian
3.      Pada sisi 18 cm dibagi menjadi 4 bagian
4.      Tarik garis sumbu pada kotak-kotak yang telah dibuat
5.      Buat garis out line wajah dan telinga seperti gambar
6.      Untuk penempatan mata diletakkan pada kolom 2 dan 4 pada baris ke 3, bentuk mata beserta bola dan bulu matanya
7.      Gambar hidung terletak pada baris ke 4 kolom ke 3 tepat pada garis sumbu
8.      Kemudian gambarlah bibir pada kolom ke 3 baris ke 5 sebagai dasar pada bibir bawah
9.      Buatlah alis dengan penarikkan tengah mulut melewatti cuping hidung, sehingga akan menentukan ujung alis
10.  Untuk pangkal alis ditentukan menurut lebar mata dengan tinggi alis ± 1,5 x lebar mata
11.  Buatlah garis alis seperti gambar
12.  Setelah mata, hidung, mulut, alis, maka buatlah siluet garis rambung dan garis leher.
 Source: 
Chodiyah, Dra. Dkk. 1982. Disain Busana untuk SMKK/SMTK. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Widarwati, Sri. 1993. Disain Busana I. IKIP Yogyakarta.
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger