Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Education. Tampilkan semua postingan

SOAL UJIAN IPA SMK PILIHAN GANDA

Minggu, 12 Januari 2014
A. Pilihan Ganda
1.       Limbah yang berasal dari sisa mahluk hidup disebut
a.    Limbah organik
b.    Limbah anorganik
c.     Limbah padat
d.    Limbah cair
e.    Limbah B3
Jawab: A
2.       Limbah pertanian yang merangsang tumbuhnya gulma adalah
a.       Pestisida
b.      Pupuk
c.       Fungisida
d.      Herbisida
e.      Oksida
Jawab: B
3.       Limbah rumah tangga yang tidak dapat terurai adalah
a.       Plastik, kaca, karet
b.      Karet, dedaunan, kaca
c.       Kaca, plastik, Kertas
d.      Kaleng, besi, sampah organik
e.      Karet, plastik, sampah organik
Jawab: A
4.       Jenis limbah yang berasal dari pertanian adalah
a.       Sabun dan shampo
b.      Pestisida dan pupuk
c.       Minyak dan oli
d.      So2 dan NO2
e.      Air raksa
Jawab: B
5.       Bakteri yang sering muncul pada air sumur yang dekat dengan septiktank adalah:
a.      Entherobacter
b.      Acetobacter xylimun
c.       Marcilia crenata
d.      Escherichia Coli
e.       Acetobacter silia
Jawab: D
6.       Limbah yang sangat mudah terbakar, mudah meledak, korosif, beracun dan karsinogenik adalah
a.       Limbah anorganik
b.      Limbah organik
c.       Limbah bahan berbahaya dan beracun
d.      Limbah industri
e.      Limbah domestik
Jawab: B




7.       Limbah radioaktif dihasilkan dari
a.       Proses nuklir
b.      Kegiatan medis
c.       Pertambangan
d.      Transportasi
e.      Industri
Jawab: A
8.       Berikut ini adalah sifat limbah anorganik adalah
a.       Mudah terurai
b.      Berbau jika dibiarkan cukup lama
c.       Terurai dalam waktu yang cukup lama
d.      Dapat berfungsi sebagai habitat bakteri patogen
e.      Dapat dimanfaatkan sebagai pupuk
Jawab: C
9.       Di sebuah sungai ditemukan benda-benda seperti berikut ini
(1)    Kaleng sarden
(2)    Botol air mineral
(3)    Kantong plastik
(4)    Daun pisang
(5)    Bangkai binatang
Yang termasuk limbah anorganik adalah nomor
a.       (1), (2), dan (3)
b.      (1), (3), dan (4)
c.       (1), (3), dan (5)
d.      (2), (3), dan (4)
e.      (3), (4), dan (5)
Jawab: A
10.   Berikut ini kegiatan yang menerapkan metode reduce adalah
a.       Mengolah kertas bekas menjadi kertas dauru ulang
b.      Menggunakan botol bekas untuk menyimpan air minum
c.       Menggunakan kaleng bekas untuk menanam tanaman
d.      Membuat peralatan rumah tangga dari bambu
e.      Menggunakan keranjang belanja sebagai pengganti kantong plastik
Jawab: E
11.   Berikut ini jenis limbah yang tidak bisa dimanfaatkan sebagai kompos adalah
a.       Sayuran
b.      Kotoran hewan
c.       Kotoran kayu
d.      Sampah plastik
e.      Rerumputan
Jawab: D

12.   Mengolah kertas bekas menjadi kertas daur ulang merupakan tindakan yang merapkan
a.      Reduce
b.      Recycle
c.       Replant
d.      Reuse
e.       Reduksi
Jawab: B
13.   Berdasarkan tempat terjadinya, polusi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
a.       Polusi udara, Polusi air, Polusi tanah
b.      Polusi Darat, Polusi Laut, Polusi udara
c.       Polusi perairan, Polusi daratan, Polusi udara
d.      Polusi perkotaan, Polusi pedesaan, Polusi industri
e.      Polusi perumahan, Polusi industri, Polusi perkantoran
Jawab: A
14.   Zat yang menyebabkan terjadinya pencemaran disebut
a.       Pengotor
b.      Polutan
c.       Pengoksidasi
d.      Dekomposisi
e.      Asimilator
Jawab: B
15.   Senyawa yang dapat menyebabkan hujan asam adalah
a.       CO
b.      CO2
c.       NOx
d.      OH
e.      CxHy
Jawab: C
16.   Di bawah ini merupakan jenis-jenis penyakit yang diakibatkan oleh polusi udara, kecuali
a.       ISPA
b.      Influenza
c.       Asma
d.      Bronkitis
e.      TBC
Jawab: B
17.   Gas yang menyebabkan terjadinya efek rumah kaca adalah
a.       Oksigen
b.      Karbon monoksida
c.       Karbon dioksida
d.      Metana
e.      Oksida sulfur
Jawab: B
18.   Sumber polusi udara yang disebabkan oleh sumber alami adalah
a.       Industri
b.      Pembangkit listrik
c.       Transportasi
d.      Kompor
e.      Kebakaran hutan
Jawab: E
19.   Pembangkit listrik yang dapat menimbulkan polusi udara adalah
a.       Pembangkit Listrik Tenaga Air
b.      Pembangkit Listrik Tenaga Surya
c.       Pembangkit Listrik Tenaga Angin
d.      Pembangkit Listrik Tenaga Uap
e.      Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir
Jawab: D
20.   Berikut ini merupakan pencemaran kimiawi, kecuali
a.       pupuk anorganik
b.      pestisida
c.       zat radioaktif
d.      Kertas
e.      Air raksa
Jawab: D

B. Uraian:
1.       Sebutkan masing-masing 5 limbah organik dan anorganik yang terdapat di perkebunan sawit.
2.       Buatlah perbandingan polutan yang terdapat di perkebunann dan pertambangan.



Kriteria untuk Kematangan Emosi

Rabu, 29 Mei 2013
A. Pengertian kematangan yang relatif. 
Sekalipun kata "kematangan" (mature) berarti perkembangan yang penuh, pengertiannya secara psikologis bersifat fleksibel. dalam pengertian psikologis, seorang anak dikatakan matang apabila telah mencapai perkembangan yang khas bagi usianya. Anak usia 4 tahun yang memperlihatkan sikan sikap keras kepala satu kali saja dalam 3 atau 4 minggu, dapat dikatakan telah matang. Seorang remaja yang segera sembuh dari perasaan patah hati adalah matang bagi usianya. Jadi, pengertian kematangan di sini bukanlah sesuatu yang mutlak, melainkan nsesuatu yang relatif.


B. Kriteria untuk kematangan emosi
Masalah yang dihadapi orang-orang tua dan para pendidik adalah menetapkan tujuan-tujuantentang kematangan emosi dan berusaha agar tujuan-tujuan tersebut dapat dicapai. Beberapa kriteria yang dapat dijadikan tujuan kematangan emosi adalah sebagi berikut:
1. Mampu menahan emosi yang negatif atau dapat menyatakannya secara tidak langsung.
2. Membina dan mengembangkan emosi yang positif. Ini dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman-pengalaman yang berhasil.
3. Mengembangkan toleransi yang tinggi terhadap situasi-situasi atau hal-hal yang tidak berkenan di hati.
4. Memperoleh kepuasan sosial yang terus bertambah karena tindakan-tindakanyang sesuai dengan masyarakat.
5. Kebebasan dalam bertindak yang terus bertambah.
6. Kemampuan untuk melakukan pilihan.
7. Bebas dari rasa takut yang beralasan (tak masuk akal)
8. Bertindak sesuai dengan batas-batas kemampuan.
9. Berani berbuat salah tanpa ada perasaan tidak akan dihormati.
10. Sadar akan kemampuan danj prestasi orang lain.
11. Mampu meraih kemenangan secara terhormat.
12.Mampu bangkit kembali setelah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan atau kegagalan.
13. Mampu menangguhkan pemuasan dorongan-dorongan yang bersifat jasmaniah.
14. Kemampuan untuk bersifat terbuka dan menerima keterbukaan dalam hubungan-hubungan interpersonal.
15. Merasa senang dengan kehidupan sehari-hari. Latihan-latihan yang berhubungan dengan mental, emosional, spiritual, dan kegiatan-kegiatan fisik adalah jalur-jalur yang akan membawa kepada kepuasan hidup sehari-hari.

Ciri-Ciri Orang Kreatif

Ciri-ciri orang yang kreatif adalah sebagi berikut:
1. Lancar berbicara dan kaya akan ide
2. Fleksibel dan adaptif
3. Bersifat intensif dan berpikir divergen
4. Memiliki ingatan yang baik dan berfikir asosiatif
5. Cenderung memiliki sifat-sifat humor dan melucu
6. Sering tidak menyukai hal-hal yang lazim
7. memiliki pandangan yang baik tentang dirinya

5 (Lima) Hal yang Menentukan Kurikulum


Menurut Beck dkk. Ada lima hal yang menentukan kurikulum dan harus dipertimbangkan:
1. Pengetahuan dasar harus disajikan sebagai disiplin-disiplin yang diorganisasi secara sistematis
2. Dalam analisis terakhir, diluar bidang-bidang studi, rencana-rencana institusional dan tekanan-tekanan kultural, gurulah pada akhirnya yang menentukan apa yang diajarkan
3. Keunikan individual para siswa menuntut agar nilai-nilai, aspirasi, dan persepsi mereka hendaknya dipertimbangkan dalam penyusunan kurikuler.
4. Tradisi lama yang lazim terdapat menunjukkan bahwa sistem sekolah, dewan sekolah, dan tradisi lokal menentukan apa yang disajikan dalam kurikulum.
5. Apa pun penekanan atau titik berat kurikuler yang disediakan oleh sekolah, pada akhirnya masyarakat luaslah yang menentukan apa yang perlu diajarkan.

Pengumpulan Data Siswa

Sabtu, 13 April 2013
Dalam pengumpulan data siswa ini berupa mengumpulkan keterangan-keterangan atau informasi-informasi tentang individu. Ini merupakan langkah yang paling awal dalam layanan bimbingan. Perlu ditetapkan jenis data yang dikumpulkan, alat pengumpul data, sumber data dan tempat penyimpanan data. Pelaksanaannya siswa disuruh mengisi daftar isisna yang memuat berbagai macam-macam data yang menyangkut dirinya.
Jenis-jenis data yang dikumpulkan:

1. Identitas diri
2. Keluarga
3. Kesehatan dan Pertumbuhan Jasmani
4.Proses perkembangan
5. Lingkungan masyarakat sekitar
6. PEndidikan
7. Kemajuan belajar
8. Inteligensi
9. Bakat
10. Minat
11. Kegiatan diluar sekolah
12. Penyesuaian sosial
13.Cita-cita
14 Kebiasaan sehari-hari

Pendekatan Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Pendekatan bimbingan dan konseling di sekolah ini mengalami perkembangan, mula-mula bimbingan dan konseling di sekolah menggunakan pendekatan tradisional, selanjutnya berkembang ke arah developmental dengan melalui masa transisi yaitu neo tradisional.

Untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai perbedaan ketiga pendekatan tersebut, ikuti penjelasan berikut ini.


1. Pendekatan Tradisional
a. Fokus perhatiannya pertama-tama ditujukan kepada siswa-siswa yang mengalami krisis.
b. "Problem Oriented", dengan pendekatan secara klinik, diagnostik dan pemberian "treatment".
c. Memusatkan diri pada siswa-siswa yang mengalami mengalami kelainan sehingga kegiatannya hanya terbatas kepada sebagian kecil dari keseluruhan siswa
d. Mengumpulkan data tentang siswa, mengadakan scoring dan memasukkan ke dalam record.
e. dalam konseling, konselor lebih banyak waktunya untuk "one to one relationship" terhadap siswa yang mengalami problem.
f. Hubungan dengan guru, Pembimbing sering juga mengadakan konsultasi dengan guru, tetapi jarang bersama-sama guru menghadapi konsultasi siswa-siswa untuk meningkatkan suasana belajar yang "favourable" dan kelancaran proses belajar.
g. Pembimbing sering juga mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa, akan tetapi pokok pembicaraan hanya berkisar pada anak yang mengalami problem saja, tidak meliputi keseluruhan siswa di sekolah tersebut.

2. Pendekatan Developmental
a. Fokus perhatiannya ditunjukkan kepada seluruh siswa, seluruh tingkat umur, dan seluruh aspek pertumbuhan siswa.
b. Development-Oriented membimbing siswa dalam proses perkembangannya dan dalam total educative process.
c. Memusatkan diri kepada anak-anak yang normal dan kepada usaha-usaha penciptaan suasana belajar yang efektif, sehat dan segar.
d. Pembimbing tidak lagi bertanggung jawab atas testing program dan pengadministrasian data. JIka ia menyelenggarakan tes, bukan untuk kepentingan individual tetapi untuk keseluruhan siswa yang lebih luas.  Kegiatan tes individual ditangani oleh psikolog atau oleh stafnya.
e. Pembimbing juga bukan lagi record keeper.
Kegiatan tersebut ditangani stafnya, yakni untuk menjaga agar pembimbing tidak terlibat dalam hal-hal yang rutin, supaya dapat memikirkan hal-hal lain yang lebih menyeluruh dan lebih fundamental.
f. Dalam kegiatan konseling, lebih banyak digunakan group counseling dengan sasaran supaya siswa-siswa secara bersama-sama dapat saling meningkatkan self acceptance, self direction, dan self development.
g. Hubungan dengan guru, guru merupakan penanggungjawab utama terhadap siswa dalam kelasnya, sedang pembimbing sifatnya semata-mata hanya membantu. Bila terdapat kesulitan, guru sendiri yang menghadapi siswa. Bila dipandang perlu, guru dapat berkonsultasi pada pembimbing, atau jika perlu pembimbing berhadapan dengan siswa, biasanya dilakukan bersama guru.
h. Guru memiliki record tentang siswa-siswanya, paling tidak dengan anecdotal record. Guru mengumpulkan data tentang siswa dan menyimpannya.
i. Pertemuan dengan orang tua siswa tidak semata-mata membahas anak krisis, tetapi terutama untuk mendiskusikan peningkatan situasi belajar, hubungan saling membantu antara sekolah dengan rumah, antara sekolah dengan masyarakat, dan sebagainya.

3. Pendekatan Neotradisional
Pendekatan neotradisioanal merupakan masa transisi antara pendekatan tradisional dan pendekatan developmental. Meskipun dalam programnya sudah dicantumkan kegiatan-kegiatan yang sifatnya developmental, tetapi karena konsep kerjanya masih tradisional maka pembimbing sering banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan konseling individual, testing dan sebagainya, sehingga terlupakan penciptaan climate yang efektif sehat dan segar



Apa itu Handout?

Sabtu, 06 April 2013
Handouts merupakan selebaran yang di bagikan (to hand out) oleh dosen/guru kepada mahasiswa/siswa berisi tentang bagian materi pelajaran, kutipan, tabel, dan sejenisnya, untuk memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar. Handouts dapat dirancang/disusun secara lengkap (complete), ataupun tidak lengkap (in-complete). Yang tidak lengkap dimaksud agar mahasiswalsiswa masih harus melengkapi ketika mengikuti pelajaran (aktif), sehingga subjek belajar tersebut akan lebih memperhatikan pelajaran. Rambu-rambu penyusunan handouts adalah sebagai berikut: (1) kalimat singkat, mudah dimengerti, penuh dengan kata-kata kunci, (2) tata letak dan perwajahan menarik, diberi ruang atau bagian yang selaJkosong untuk tempat subjek belajar menuliskan sesuatu atau perlu melengkapi, (3) tidak panjang lebar sehingga menyerupai diktat mini, (4) untuk lebih rnenarik dan memberikan variasi, handouts digandakan dengan kertas berwarna yang berbeda-beda untuk hal/topik yang berbeda.

Konsep Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) 200 mil

Jumat, 29 Maret 2013
Di dorong oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama dalam bidang penambangan dan kekayaan alam hayati, serta adanya peningkatan jumlah penduduk  dunia maka  negara berusaha memenuhi kebutuhan manusia demi kelestarian hidup bangsa. Tanpa mengadakan eksapansi kewilayahan terhadap wilayah daratan negara lain, negara-negara pantai memanfaatkan perairan / lautan seluas mungkin, yaitu 200 mil laut apabila tidak berhadapan dengan negara lain.

Saat ini telah ada kurang 90 negara yang mengeluarkan pernyataan tentang ZEE, yang disebut Zona Perikanan. Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar berbatasan dengan lautan sering dihadapkan pada tindakan sepihak oleh negara-negara asing yang kapalnya masuk perairan wilayah indonesia untuk menguras ikan. Oleh karenannya, seperti negara-negara pantai lainnya yang telah mengumumkan ZEE, Indonesia pada tanggal 21 Maret 1980 mengumumkan tentang Deklarasi Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia, yang dikukuhkan dengan UU No.5 Tahun 1983. Di dalam ZEEI kebebasan pelayaran dan penerbangan internasional serta kebebasan memasang kabel dan pipa di bawah permukaan laut dijamin sesuai dengan hukum internasioal.

Pengertian Umum Bangsa

Menurut ilmu antropologi, pengertian bangsa adalah pengelompokan manusia yang keterikatannya dikarenakan adanya kesamaan fisik, bahasa, dan keyakinan. Jika ditinjau secara politis, bangsa adalah pengelompokan manusia yang keterikatannya dikarenakan adanya kesamaan nasib dan tujuan. Di samping itu, ada pula pendapat yang mengatakan bangsa adalah orang orang yang memiliki kesamaan asal keturunan, adat, bahasa, dan sejarah serta berpemerintahan sendiri. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dikemukakan bahwa bangsa adalah kumpulan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan bahasa serta wilayah tertentu di muka bumi.

Ernest Renant menyatakan bahwa bangsa adalah kesatuan solidaritas yang terdiri dari orang-orang yang saling merasa setia satu sama lain. Bangsa adalah suatu jiwa, suatu asas spiritual, suatu kesatuan solidaritas yang besar yang tercipta oleh suatu perasaan pengorbanan yang telah dibuat di masa lampau dan oleh orang-orang yang bersaedia berbuat untuk masa depan. Bangsa memiliki masa lampau tetapi ia melanjutkan diri pada masa kini, melalui suatu kenyataan yang jelas , yaitu kesepakatan dan keinginan yang dikemukakan dengan nyata untuk terus hidup bersama.

Macam-Macam Visualisasi Data

Kamis, 28 Maret 2013

Data numerik, skema, gambar umum, tabel, atau bahkan sindiran dan kritik, dapat divisualisasikan dalam bentuk media dua dimensi non projeksi. Yang biasa digunakan antara lain adalah bentuk-bentuk:

a.   Grafik adalah visualisasi data yang menggambarkan hubungan numerik antara dua variabel. Macam-macam grafik antara lain adalah: (1) grafik garis (line graph), (2) grafik batang (bar graph), (3) grafik lingkaran (circle/pie graph), (4) grafik luasan (area graph), (5) grafik solid (solid graph), dan (6) grafik piktorial (pictorial graph).
b.   Diagram adalah berkas garis dan simbol yang dirancang untuk menunjukkan hubungan, gambaran umum, atau ringkasan suatu proses, objek.                   
c. Peta (Chart) yang biasa juga diistilahkan karta, merupakan kombinasi dari piktorial, grafik, numerik, atau material verbal yang bersama­sama akan menunjukkan visuaiisasi yang jelas dan ringkas dari suatu proses atau hubungan. Macam-macam peta (chart), antara lain adalah: (1) peta pohon (tree chart), (2) peta arus (flow chart), (3) peta garis-besar (outline chart), dan  (4). peta tabulasi (tabular chart).
d. Kurtun adalah gambaran piktorial karikatur, simbolisme dan humor. Kartun dapat mengekspresikan ide secara tunggal ataupun secara berurutan yang menggam­barkan suatu ceritera atau dongeng sehing­ga terwujud apa yang sering disebut deng­an komik.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemilihan Media Pembelajaran



Dalam menentukan media pembelajaran yang akan dipakai dalam proses belajar mengajar, pertama-tama seorang guru harus mempertimbangkan tujuan yang ingin dicapai, kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan karakteristik media yang akan dipilihnya. Dengan mengajukan beberapa pertanyaan, maka pemilihan media dapat dilakukan berdasarkan:
1. Apakah media yang bersangkutan relevan dengan kompetensi dasar yang ingin dicapai ?
2. Apakah ada sumber informasi, katalog mengenai media yang bersangkutan ?
3. Apakah perlu dibentuk tim untuk memonitor yang terdiri dari para calon pema­kai ? (Sadiman, 1986).
Dalam pemilihan media, salah satu cara yang dapat digunakan untuk memilih yaitu dengan menggunakan matriks seperti pada Tabel I. halaman berikut. Selain dari itu, dapat dikemukakan pula bahwa beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan media antara lain adalah : (1) kompetensi dasar yang ingin dicapai, (2) karakteristik siswa, (3) jenis rangsangan belajar yang diinginkan (audio atau visual), keadaan latar atau lingkungan, dan gerak atau diam, (4) keterssediaan sumber di sekolah, (5) tingkat kemudaan media digunakan, (6) kepraktisan dan ketahanan media, (7) kemampuan dan ketrampilan guru dalam menggunakan , dan (8) efektifitas biaya dalam jangka waktu panjang.

Pengertian Teori Empirisme

Rabu, 27 Maret 2013

Teori empirisme dipelopori oleh John Locke yang berpendapat bahwa perkembangan anak tergantung dari pengalamannya, sedangkan bawaan tidak penting. John Locke merintis aliran baru yang dikenal "Tabula Rasa" yang beranggapan bahwa anak terlahir di dunia bagaikan kertas putih. Istilah lain dari empirisme adalah enviromentalisme, sebab aliran ini menekankan pengalaman empiris yang berupa rangsangan-rangsangan yang berasal dari lingkungan (environment). Teori ini oleh pemikr-pemikir berikutnya banyak dikoreksi, karena teori ini dianggap berat sebelah yang hanya mementingkan pengalaman semata tanpa memperhatikan bakat individu.

Apa Itu Teori Nativisme

Teori Nativisme dipelopori oleh Schopenhauer (1788-1860) yang berpendapat bahwa bayi manusia sejak lahir sudah dikaruniai bekal bakat dan potensi baik dan buruk. Sehingga anak sudah membawa bakat atau potensinya sendiri-sendiri. Pengaruh faktor eksternal dianggap tidak akan mempengaruhi. Menurut teori nativisme ini anak yang anak yang sudah membawa potensi jahat nantinya akan menjadi jahat, sebaliknya anak yang membawa potensi baik akan menjadi baik. OLeh karena itu yang akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan manusia faktor dari dalam yaitu potensi baik dan buruk tersebut, sedangkan faktor dari luar lingkungan tidak akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.

Pengertian / Definisi dari Prestasi Belajar

Sabtu, 16 Maret 2013


Prestasi berasal dari bahasa Belanda yakni “ Prestatie “ kemudian dalam bahsa Indonesia menjadi prestasi yang berarti hasil usaha. Usaha yang dimaksud adalah belajar itu sendiri. Usaha memperteguh kelakuan melalui pengalaman, usaha merubah tingkah laku. Menurut Winkel (1983:162) prestasi belajar diartikan sebagai bukti keberhasilan belajar yang telah dicapai seseorang.

Dalam menilai prestasi belajar siswa dalam sebuah kegiatan pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:
a. Faktor internal
Yakni, faktor yang berasal dari dalam diri peserta didik itu sendiri, baik itu dari sisi jasmani atau fisiknya, maupun dari sisi psikologinya. Fisik, dapat berupa kondisi kesehatan dan kondisi panca inderanya. Sementara psikologis, dapat berupa intelegensi, minat, kemampuan, bakat, ingatan, motivasi dan sebagainya.
b. Faktor eksternal
Adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa yang masih dalam lingkup kegiatan pembelajaran. Dapat berupa kondisi alam fisik, lingkungan, sarana fisik dan non fisik, serta strategi pembelajaran yang dipilih pengajar untuk menunjang proses belajar mengajar. Pemilihan metode yang tepat sesuai dengan kondisi internal peserta didik serta karakteristik materi yang disampaikan akan mengoptimalkan keterjacapaian tujuan belajar.
c. Faktor lingkungan masyarakat
Lingkungan masyarakat adalah lingkungan diluar kegiatan belajar itu berlangsung (diluar sekolah), baik itu dalam kehidupan sosial masyarakatnya, latar belakang kondisi ekonomi keluarga, bagaimana dan dengan siapa siswa bergaul.
Syaifudin Azwar (1998:11) menyebutkan bahwa ada beberapa fungsi penilaian dalam pendidikan yaitu:

a. Penilain berfungsi selektif (fungsi sumatif)
Fungsi sumatif merupakan penilaian akkhir dari suatu program yang digunakan untuk menentukan apakah siswa dinyatakan lulus atau tidak dari suatu program pendidikan tersebut.
b. Penilain berfungsi diagnostik
Fungsi penilaian ini untuk mengetahui hasil yang dicapai siswa, selain itu juga untuk mengetahui kelemahan siswa sehingga dengan adanya penilaian maka guru dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan masing-masing siswanya. Jika guru dapat mendeteksi kelemahan siswa maka kelemahan atau kekurangan siswa tersebut dapat diperbaiki.
c. Penilain sebagai penempatan
Setiap siswa mempunyai kemampuan berbeda satu sama lain. Penilain ini dilakukan utuk mengetahui dimana seharusnya siswa tersebut ditempatkan sesuai dengan kemampuan yang telah diperlihatkan pada prestasi belajar yang telah dicapainya.
d. Penilaian berfungsi sebagai pengukur keberhasilan (fungsi formatif)
Penilain formatif berfungsi untuk mengetahui sejauhmana suatu program dapat diterapkan. Prestasi belajar dapat diukur melalui tes yang sering dikenal dengan tes prestasi belajar. Tes prestasi belajar berupa tes yang disusun secara terencana untuk mengungkap apakah program pendidikan yang telah ditetapkan berhasil diterapkan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan

Evaluasi hasil belajar siswa bisa dilakukan melalui tes dan non tes. Suparwoto (2007:175) menyatakan bahwa cara evaluasi dengan teknik tes biasanya digunakan untuk menilai kemampuan siswa dalam hal penguasaan bahan pelajaran. Teknik yang berbentuk non tes dapat dimanfaatkan untuk pengukuran aspek kepribadian, dan keterampilan. Sehingga teknik nontes dapat digunakan untuk pengukuran proses pembelajaran.
Dalam kegiatan penilaian hasil atau prestasi belajar dapat dibandingkan dengan hasil dari siswa lain yang mengikuti tes yang sama, disebut Penilaian Acuan Normatif. Dapat pula penilaian hasil belajar dibandingkan dengan kriteria standar ketercapaian yang sudah ditetapkan sebelumnya, biasa disebut sebagai Penilaian Acuan Patokan (Sukardi, 2010:22).

Pengertian / Definisi Belajar



Definisi belajar menurut Sardiman (2006:20) menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian kegiatan. Belajar adalah tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif (Muhibbin 9 Syah, 2010: 90). Proses belajar ini dapat terjadi dimanapun dan kapanpun selama terjadi proses transfer ilmu. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya (Azhar Arsyad, 2009:1).
Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman (Learning is defined as the modiofication or strengthening) (Hamalik, 2005:27). Artinya, belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu, yakni mengalami. Siswa benar-benar mengalami obyek belajar itu sendiri. Namun untuk menghadirkan semua pengalaman itu tentu bukan hal yang mudah, dalam tataran yang lebih sederhana dapat dilakukan dengan simulasi.
Secara umum tujuan belajar ada tiga yaitu: untuk mendapatkan pengetahuan, penanaman konsep, dan keterampilan serta pembentukan sikap (Sardiman, 2006:24-28).

Pengertian, Definisi, Arti Pendidikan



Pendidikan dalam artian luas dapat diartikan sebagai proses pemanusiaan manusia atau pendewasaan manusia. Namun, secara teknis pendidikan ada dalam tatanan masyarakat, lembaga-lembaga pendidikan yang secara sengaja mentransformasikan pengetahuan, nilai dan ketrampilan.
George F. Kneller (Dwi Siswoyo, 2008:17), pendidikan dalam artian luas menunjukkan pada tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh dan berhubungan dengan pertumbuhan dan perkembangan jiwa, watak, atau kemampuan fisik individu. John Dewey (Dwi Siswoyo, 2008:18), pendidikan adalah rekonstruksi pengalaman yang mampu menambah pengalaman dan kemampuan untuk mengarahkan pada pengalaman berikutnya. Artinya bahwa apa yang dihadapi oleh seseorang dalam kehidupannya sehari-hari dapat dikonstruksi menjadi sebuah pengetahuan atau kefahaman baru, sebagai bekal untuk menghadapi kehidupannya dimasa depan.

Kelebihan dan Keterbatasan menggunakan Objek Fisik-Benda Nyata

Jumat, 22 Februari 2013


Menggunakan objek tiruan dalam pembelajaran pasti terdapat bebarapa hal yang terkait dalam penggunaannya. Halaman berikutnya akan dibahas tentang kelebihan serta keterbatasan penggunaan objek tiruan yang dijelaskan oleh Anderson (1987: 185-186) pada halaman berikut.

1)        Kelebihan
a)      Siswa dapat lebih mudah dalam bekerja dengan lingkungan kerja nyata, karena telah belajar sebelumnya dengan situasi yang dibuat mirip dengan sebenarnya.
b)      Dapat mempermudah saat proses penilaian terhadap penampilan siswa, jika dalam proses penilaian diperlukan ketangkasan dan keterampilan saat bekerja.
c)      Siswa akan cenderung senang karena dapat mengalami dan melatih keterampilan yang ada dalam dirinya karena langsung berhadapan dengan lingkungan nyata.
2)        Keterbatasan
a)      Kekhawatiran terhadap keselamatan siswa akan timbul karena berhadapan langsung dengan lingkungan kerja.
b)      Memerlukan biaya yang cukup besar untuk mengadakan peralatan yang sesuai dengan lingkungan kerja, serta kemungkina rusak pada alat yang digunakan.
c)      Sulit mendapatkan tenaga ahli untuk menjadi guru/instruktur, karena dapat menurunkan produktivitas pada dirinya.
d)     Sulit mengontrol hasil belajar, karena sering kali menimbulkan konflik-konflik yang dimungkinkan terjadi dengan pekerjaan dan keadaan dilingkungan kerja.

Tujuan Penggunaan Objek Fisik-Benda Nyata


Pemakaian objek fisik-benda nyata dalam proses belajar-mengajar pada sekolah adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa, namun ada beberapa tujuan yang lebih spesifik dalam penggunaan objek fisik-benda nyata menurut Anderson (1987: 184-185) yang dijelaskan seperti berikut ini.
1)        Tujuan kognitif
Jenis latihan seperti ini adalah dengan memberikan pengenalan awal sebelum siswa melakukan praktik. Langkah yang biasanya dilakukan adalah dengan mendemonstrasikan suatu mesin atau peralatan yang akan digunakan siswa, serta pemberian tanda-tanda apakah mesin atau alat bekerja dangan baik atau tidak agar siswa tidak salah dalam praktik.
2)        Tujuan psikomotorik
Latihan ini bertujuan untuk memberikan materi kepada siswa dalam menangani alat, penggunaan perlengkapan bekerja, dan materi pekerjaan yang harus dilakukan. Siswa dalam hal ini juga dapat dilihat penampilan saat bekerja pada lingkungan kerja yang sebenarnya.
3)        Tujuan afektif
Bekerja dengan alat atau mesin yang sebenarnya dimungkinkan dapat mengembangkan sikap yang positif saat bekerja pada lingkungan yang nyata. Sikap positif tersebut harus diajarkan saat awal pengenalan hingga akhir proses belajar, karena jika sejak awal diberikan langkah yang salah ditakutkan setelah meninggalkan lingkungan kerja belajar siswa takut menghadapi situasi kerja yang nyata.

Pengertian simulator dan Objek Fisik-Benda Nyata



Simulator dalam Depdiknas (2005: 1068) adalah program yang berfungsi untuk menyimpulkan suatu peralatan, tetapi kerjanya agak lambat daripada keadaan yang sebenarnya. Simulator juga dapat diartikan sebagai simulasi atau objek fisik-benda nyata.
Simulasi dalam Depdiknas (2005: 1068)  adalah metode pelatihan yang meragakan sesuatu dalam bentuk tiruan yang mirip dengan keadaan sesungguhnya. Bambang Sridadi (2009: 65) mengemukakan bahwa simulasi adalah proses implementasi model menjadi program komputer (software) atau rangkaian elektronik dan mengeksekusi software tersebut sedemikian rupa sehingga perilakunya menirukan atau menyerupai sistem nyata (realitas) tertentu untuk tujuan mempelajari perilaku (behaviour) sistem, pelatihan (training), atau permainan yang melibatkan sistem nyata (realitas). Arief S. Sadiman (2010: 76-77) berpendapat tentang simulasi yang merupakan suatu model hasil penyederhanaan suatu realitas. Selain harus mencerminkan situasi yang sebenarnya, simulasi harus bersifat operasional, artinya simulasi menggambarkan proses yang sedang berlangsung. Simulasi dapat bersifat fisik (misalnya simulasi ruangan pengemudi pesawat terbang), verbal (misalnya simulasi untuk pelajaran membaca permulaan), ataupun matematis (untuk mengajarkan sistem ekonomi). Anderson (1987: 181) berpendapat tentang pengaruh objek fisik atau benda nyata digunakan dalam pendidikan akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa dalam mempelajari tugas yang menyangkut keterampilan psikomotorik.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan simulator merupakan suatu alat atau media tambahan mirip dengan aslinya, yang kegunaannya dalam pendidikan adalah membantu seorang pendidik dalam menyampaikan suatu pengetahuan kepada peserta didik baik dijadikan materi maupun replika penggunaan suatu alat yang skalanya lebih besar. 

Pengertian Media (dalam Media Pendidikan)

Media dalam Depdiknas (2005: 726) adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi film, poster, dan spanduk. Menurut Arief S. Sadiman (2010: 6-7) bahwa media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah perantara atau pengantar. Gagne menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya belajar. Briggs berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film bingkai adalah contoh-contohnya. Pernyataan di atas dikutip oleh Arief S. Sadiman (2010: 6).
Selain beberapa pendapat diatas, Asosiasi teknologi dan komunikasi pendidikan (association of education and communication technology, AECT) di Amerika memiliki pendapat bahwa media dibatasi sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan Asosiasi pendidikan nasional (national education assosiation, NEA) memiliki pendapat yang berbeda tentang media yaitu bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatan-peralatan. Pernyataan di atas dikutip oleh Arief S. Sadiman (2010: 7).
John D. Latuheru (1988: 11) mengutip dari pendapat beberapa ahli tentang media seperti berikut ini.
a.    Santoso S. Hamidjojo, media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, pendapat, gagasan yang dikemukakan atau disampaikan pada penerima.
b.    McLuhan yang dikutip oleh Amir Akhsin, bahwa media juga disebut saluran (channel), karena menyampaikan pesan (informasi) dari sumber informasi itu kepada penerima informasi.
c.    Blake dan Horalsen mengatakan bahwa media adalah saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan antara sumber (pemberi pesan) dengan penerima pesan.
d.   Oemar Hamalik, hubungan komunikasi interaksi itu akan berjalan dengan lancar dan tercapainya hasil yang maksimal, apabila menggunakan alat bantu yang disebut media komunikasi.
Berdasarkan batasan-batasan yang terdapat di atas, dapat diartikan bahwa media merupakan suatu alat yang digunakan sebagai perantara dalam menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima. 
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger