Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label pneumatik dan elektropneumatik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pneumatik dan elektropneumatik. Tampilkan semua postingan

Cara Menggunakan Software Simulasi Pneumatik Festo Fluidsim

Minggu, 28 April 2013
Festo fluidsim merupakan software yang digunakan untuk mensimulasikan pneumatik maupun elektro pneumatik. Pada artikel kali ini saya akan memberikan beberapa penjelasan dasar untuk menggunakan festo fluidsim. Bagi yang belum memiliki Festo Fluidsim dapat didownload pada link di bawah ini.



Adapun rangkaian yang akan dibuat adalah rangkaian pneumatik sederhana yang hanya menggunakan 1 silinder kerja tunggal (single acting cylinder) , katup 3/2 (sebagai tombol start, stop), dan kompresor.


1. Buka Festo Fluidsim
2. Buat halaman baru bisa dengan File -> New
3. Maka akan muncul lembar kerja seperti gambar di bawah ini.

4. Siapkanlah komponen-komponen di bawah ini dengan cara mengklik (klik kiri) kemudian drag (geser mouse sambil klik kiri) ke arah lembar kerja.

a. Single acting cylinder (1 kompoenen)
b. 3/n way valve (1 komponen)
c. Compressor (1 komponen)


5. Klik 2 kali pada gambar valve maka akan muncul pengaturan valve seperti gambar di bawah ini
            Keterangan pengaturan valve

1. Dengan mengklik (mencentang) spring returned maka katup akan kembali ke posisi semula jika tidak diaktifkan (katup diberi peer untuk mengembalikan posisi)
2. Dengan mengklik piloted maka akan terpasang pilot pada valve. fungsinya adalah memunculkan tombol untuk merubah posisi valve
3. Pengontrol posisi valve dalam bentuk manual, mekanik, maupun elektrik. Manual secara umum berbentuk tombol tekan, mekanik berupa limit switch, dan elektrik berupa sinyal listrik 24V.
4. keterangan valve yang digunakan
5. ruang pada valve (bisa ditambah ataupun diganti jenis ruangnya.
6. inisialisasi posisi awal valve.

6. Pada rangkaian kali ini klik spring returned pada sebelah kiri dan klik manualy pada sebelah kanan pilih gambar ketiga dari atas seperti gambar di bawah ini. Kemudian klik ok


7. Klik 2 kali lingkaran nomor "3" pada valve. Pilih terminator kemudian pilih gambar ketiga dari atas seperti gambar di bawah ini. Hal ini untuk membuat pembuangan angin.


8. Hubungkan tiap komponen dengan mengklik lingkaran pada komponen kemudian drag ke lingkaran komponen lain.


9. Simulasi siap dilakukan, tinggal klik tombol play

10. Klik push button pada rangkaian

Tadaa rangkaian bisa bekerja, untuk mencaoba rangkaian lainnya bisa mencoba 16 rangkaian pneumatik dengan festo fluidsim. Kalau ingin belajar rangkaian elektro pneumatik dengan festo fluidsim bisa di belajar elektropneumatik dengan menggunakan festo fluidsim.


-------------------------Dhitz Hugo diditnote.blogspot.com-------------------




          

Belajar Elektro Pneumatik Dasar Dengan Menggunakan Festo Fluidsim

Kamis, 25 April 2013
Elektro pneumatik merupakan pengembangan dari pneumatik yang mana elektro pneumatik cenderung lebih menggunakan perangkat elektrik seperti relay, solenoid bahkan PLC untuk mengendalikannya aktuator. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perbedaan elektropneumatik dengan pneumatik dapat dibaca diartikel saya sebelumnya yaitu Perbedaan Pneumatik dengan Elektro Pneumatik.

Diartikel ini saya akan menjelaskan cara merangkai rangkaian elektropneumatik sederhana menggunakan Festo Fluidsim. Apabila belum punya Festo Fluidsim bisa download di link di bawah ini

Berikut langkah-langkah untuk membuat rangkaian elektropneumatik dengan 1 silinder.

1. Buka Festo Fluidsim
2. Buat halaman baru bisa dengan File -> New
3. Maka akan muncul lembar kerja seperti gambar di bawah ini.

4. Pada sebelah kiri lembar kerja terdapat komponen maupun perangkat pneumatik maupun elektropneumatik. Klik dan drag komponen-komponen di bawah ini ke lembar kerja, yaitu:
-> Distance Ruler (1)
-> Double Acting Cylinder (1)
-> 5/n Way valve (1)
-> Compressor (1)
-> +24V (1)
-> Push Button (1)
-> Make Switch (2)
-> Valve Solenoid (2)
-> 0V (1)

Berikut adalah gambar dari peletakan komponen (urutan gambar dari atas ke bawah sesuai dengan urutan komponen diatas).


5. Klik 2 kali pada distance rule, pada kolom pertama isikan label dengan A1 dan position diisikan angka 0 pada kolom kedua isikan label dengan A2 dan position diisikan dengan angka 100. kemudian klik "ok".
Hasilnya maka akan muncul tulisan A1 terletak di sebelah paling kiri dan A2 terletak dipaling kanan.

Keterangan: Label A1 dan A2 bukanlah sebuah ketentuan, label bisa diisikan sesuai keinginan kita. bisa dengan SEL1, dan SEL2 atau A dan B dll. Label digunakan untuk menghubungkan distance ruler dengan make switch sehingga terkoneksi. Sedangkan angka 0 dan 100 adalah jarak letak posisi limit switch dari pangkal silinder, angka dapat divariasikan sesuai kebutuhan.

6. Klik 2 kali pada make switch sebelah kiri isikan label A1, kemudian klik "ok". Kemudian klik 2 kali pada make switch sebelah kanan isikan label A2, kemudian klik "ok". 
Maka akan terhubung distance ruler dengan make switch.


7. Klik 2 kali pada 5/n Way Valve. Klik kolom pneumatically/electrically pada sebelah kiri, maka akan muncul 3 gambar pilihan. Pilihlah gambar paling atas.  Klik kolom pneumatically/electrically pada sebelah kanan, maka akan muncul 3 gambar pilihan juga. Pilihlah gambar paling atas. kemudian klij "ok".


8. Setelah langkah 7 terselesaikan, maka akan muncul 2 simbol solenoid pada kanan dan kiri valve. Pada simbol solenoid yang muncul di valve terdapat lingkaran. Klik 2 kali lingkaran tersebut pada solenoid kiri, isikan label S1. Klik 2 kali lingkaran tersebut pada solenoid kanan, isikan label S2.

Keterangan: Label S1 dan S2 bukanlah sebuah ketentuan, label bisa diisikan sesuai keinginan kita. bisa dengan SOL1, dan SOL2 atau A dan B dll. Label digunakan untuk menghubungkan valve pada rangkaian pneumatik dengan elektrik.

9. Klik 2 kali pada valve solenoid, pada valve kiri isikan label S1, kemudian klik "ok" dan valve yang kana isikan label S2 kemudian klik "ok".


10. Hubungkan seluruh komponen seperti gambar di bawah ini dengan mengklik lingaran pada komponen kemudian drag kekomponen lain.

Cobalah rangkaian yang lainnya pada 16 Rangkaian Elektro Pneumatik Dengan Software Festo Fluidsim. Selamat mencoba.

-------------------------------------Dhitz Hugo---------------------------












Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Sistem Pneumatik

Senin, 04 Februari 2013
A.      Keuntungan Menggunakan Pneumatik
Penggunaan udara kempa dalam sistim pneumatik memiliki beberapa keuntungan antara lain dapat disebutkan berikut ini :
    • Ketersediaan yang tak terbatas, udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat.
    • Mudah disalurkan, udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil, panjang dan berliku.
    • Fleksibilitas temperatur, udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan, melalui peralatan yang dirancang untuk keadaan tertentu, bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja.
    • Aman, udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar dan tidak terjadi hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah, berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran.
    • Bersih, udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang   berbahaya dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan, makanan, dan minuman maupun tekstil
    • Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. udara dapat melaj dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik, maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30.000 rpm, sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450.000 rpm.
    • Dapat disimpan, udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman.
    • Mudah dimanfaatkan, udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung missal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin, maupun tidak langsung, yaitu melalui peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu.

B.      Kerugian / kelemahan Pneumatik
Selain memiliki kelebihan seperti di atas, pneumatik juga memiliki beberapa
kelemahan antara lain:
    • Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. memenuhi kriteria tertentu, misalnya kering, bersih, serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. Oleh karena itu sistem pneumatik memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal, seperti kompressor, penyaring udara, tabung pelumas, pengeering, regulator, dll.
    • Mudah terjadi kebocoran, Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong dan tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin.
    • Menimbulkan suara bising, Pneumatik menggunakan sistim terbuka, artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim, udara yang keluar cukup keras dan berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya.
    • Mudah Mengembun, Udara yang bertekanan mudah mengembun, sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi

Aplikasi Penggunaan Pneumatik



Penggunaan udara bertekanan sebenarnya masih dapat dikembangkan untuk berbagai keperluan proses produksi, misalnya untuk melakukan gerakan mekanik yang selama ini dilakukan oleh tenaga manusia, seperti menggeser, mendorong, mengangkat, menekan, dan lain sebagainya. Gerakan mekanik tersebut dapat dilakukan juga oleh komponen pneumatik, seperti silinder pneumatik, motor pneumatik, robot pneumatik translasi, rotasi maupun gabungan keduanya. Perpaduan dari gerakan mekanik oleh aktuator pneumatik dapat dipadu menjadi gerakan mekanik untuk keperluan proses produksi yang terus menerus (continue), dan flexibel.
Pemakaian pneumatik dibidang produksi telah mengalami kemajuan yang pesat, terutama pada proses perakitan (manufacturing), elektronika, obat-obatan, makanan, kimia dan lainnya. Pemilihan penggunaan udara bertekanan (pneumatik) sebagai sistim kontrol dalam proses otomasinya, karena pneumatik mempunyai beberapa keunggulan, antara lain: mudah diperoleh, bersih dari kotoran dan zat kimia yang merusak, mudah didistribusikan melalui saluran (selang) yang kecil, aman dari bahaya ledakan dan hubungan singkat, dapat dibebani lebih, tidak peka terhadap perubahan suhu dan sebagainya.
Udara yang digunakan dalam pneumatik sangat mudah didapat/diperoleh di sekitar kita. Udara dapat diperoleh dimana saja kita berada, serta tersedia dalam jumlah banyak. Selain itu udara yang terdapat di sekitar kita cenderung bersih dari kotoran dan zat kimia yang merugikan. Udara juga dapat dibebani lebih tanpa menimbulkan bahaya yang fatal. Karena tahan terhadap perubahan suhu, maka penumatik banyak digunakan pula pada industri pengolahan logam dan sejenisnya.
Secara umum udara yang dihisap oleh kompressor, akan disimpan dalam suatu tabung penampung. Sebelum digunakan udara dari kompressor diolah agar menjadi kering, dan mengandung sedikit pelumas. Setelah melalui regulator udara dapat digunakan menggerakkan katub penggerak (aktuator), baik berupa silinder/stang torak yang bergerak translasi, maupun motor pneumatik yang bergerak rotasi. Gerakan bolak balik (translasi), dan berputar (rotasi) pada aktuator selanjutnya digunakan untuk berbagai keperluan gerakan yang selama ini dilakukan oleh manusia atau peralatan lain.

Pengertian Pneumatik



Istilah pneumatik berasal dari bahasa Yunani, yaitu ‘pneuma’ yang berarti napas atau udara. Istilah pneumatik selalu berhubungan dengan teknik penggunaan udara bertekanan, baik tekanan di atas 1 atmosfer maupun tekanan di bawah 1 atmosfer (vacum). Sehingga pneumatik merupakan ilmu yang mempelajari teknik pemakaian udara bertekanan (udara kempa). Jaman dahulu kebanyakan orang sering menggunakan udara bertekanan untuk berbagai keperluan yang masih terbatas, antara lain menambah tekanan udara ban mobil/motor, melepaskan ban mobil dari peleknya, membersihkan kotoran, dan sejenisnya. Sekarang, sistem pneumatik memiliki apliaksi yang luas karena udara pneumatik bersih dan mudah didapat. Banyak industri yang menggunakan sistem pneumatik dalam proses produksi seperti industry makanan, industri obat-obatan, industri pengepakan barang maupun industri yang lain. Belajar pneumatik sangat bermanfaat mengingat hampir semua industri sekarang memanfaatkan sistem pneumatik.

Aplikasi Elektro-pneumatik


  
Pneumatik berurusan dengan penggunaan udara yang terkompresi. Paling umum ditemukan, udara terkompresi ini digunakan untuk melakukan pekerjaan mekanis yakni untuk menghasilkan gerak mekanik dan untuk membangkitkan gaya. Gaya gerak pneumatik bertugas untuk mengkonversikan energi yang tersimpan dalam udara terkompresi itu menjadi suatu gerakan/mekanik. Silinder-silinder paling umum digunakan untuk penggerak pneumatik. Silinder-silinder tersebut mempunyai ciri dengan konstruksi yang kuat, suatu kisaran jenis/tipe yang luas, instalasi yang sederhana, dan kinerja yang menguntungkan. Sebagai akibat dari manfaat ini, maka pneumatik digunakan dalam suatu kisaran aplikasi yang luas.
Beberapa dari banyak aplikasi pneumatik adalah :
·               Penanganan benda kerja (seperti penjepit, penentu posisi, pemisah, penumpuk, pemutar)
·            Pengemasan
·            Pengarsipan
·            Pembukaan dan penutup pintu (seperti bis-bis dan kereta api)
·            Pembentukan logam (emboss, dan pres)
·            Pengecapan

Perbedaan Pneumatik dengan Elektro Pneumatik


Elektro-pneumatik merupakan pengembangan dari pneumatik . Prinsip kerja elektro-pneumatik hampir sama dengan pneumatik. Yang membedakan hanyalah dari cara mengontrol aktuator. Berikut adalah gambaran rangkaian elektro-pneumatik dengan pneumatik:


Gambar 1 a.Gambar rangkaian pneumatik                      Gambar 1b. Gambar rangkaian
                    elektro-pneumatik
Dari gambar diatas kita dapat membuat beberapa perbedaan. Berikut ini adalah tabel perbedaan pneumatik dengan elektro-pneumatik dari gambar 1a. dan gambar 1.b:
Tabel 1: Perbedaan pneumatik dan elektro-pneumatik
PART
PNEUMATIK
ELEKTRO-PNEUMATIK
Actuating Device (output)
Cylinder
Cylinder
Processing element (processor signal)
Valve
Solenoid valve
Input elements (input signal)
Pneumatikal Limit Switch
Electrical limit switch
Energy Supply (source)
Compressor
Compressor, Voltage supply
Dengan adanya perbedaan dari pneumatik dan elektro-pneumatik, pasti ada pula keuntungan dan kekurangan dari pneumatik  dan elektro-pneumatik. Adapun perbandingan pneumatik dengan elektro-pneumatik sebagai berikut:
Tabel 2: Perbandingan pneumatik dan elektro-pneumatik
PNEUMATIK
ELEKTRO-PNEUMATIK
Variasi rangkaian terbatas
Lebih banyak variasi rangkaian
Tidak perlu menggunakan listrik
Memerlukan supply listrik
Butuh converter agar dapat dikendalikan oleh PLC dan mikroprosesor
Tidak butuh converter agar dapat dikendalikan melalui PLC dan mikroprosesor
Sistem kontrol sederhana
Sistem control lebih canggih

16 Rangkaian Elektro Pneumatik Dengan Software Festo Fluidsim

Rabu, 30 Januari 2013
Elektro pneumatik adalah pengembangan dari pneumatik. Pneumatik hanya mengandalkan angin untuk pengendali, sedangkan pneumatik menggunakan listrik dc 24V atau ac 220V untuk mengendalikaan kerja pneumatik. Berikut 16 rangkaian elektropneumatik dengan 2 silinder menggunakan software festo fluidsim.














Keterangan: A+ silinder pertama (sebelah kiri) maju (bergerak horizontal ke arah kanan)
                   A- silinder pertama (sebelah kiri) mundur (bergerak horizontal ke arah kiri)
                   B+ silinder kedua (sebelah kanan)  maju (bergerak horizontal ke arah kanan)
                   B- silinder kedua (sebelah kanan) mundur (bergerak horizontal ke arah kiri)

16 Rangkaian Pneumatik Dengan Software Festo Fluidsim

Sabtu, 26 Januari 2013
Pneumatik adalah suatu alat yang sistem kerja dan geraknya menggunakan energi udara yang bertekanan. Udara yang bertekanan diubah menjadi energi kinetik untuk menggerakkan silinder, katup, maupun motor pneumatik. Untuk belajar pneumatik, bisa menggunakan software festo fluidsim yang dapat didownload disini. 


Berikut adalah 16 rangkaian peumatik dengan 2 silinder menggunakan software festo fluidsim:















Keterangan
A+ Silinder pertama (sebelah kiri) maju (bergerak horizontal ke arah kanan)
A- Silinder pertama (sebelah kiri) mundur (bergerak horizontal ke arah kiri)
B+ Silinder kedua (sebelah kanan) maju (bergerak horizontal ke arah kanan)
B- Silinder kedua (sebelah kiri) mundur (bergerak horizontal ke arah kiri)
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger