Arsip Blog

Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLC. Tampilkan semua postingan

Klasifikasi Kompressor

Rabu, 01 Mei 2013

Secara garis besar kompressor dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu Positive Displacement kompressor, dan Dynamic kompressor (Turbo), Positive Displacement kompressor, terdiri dari Reciprocating dan Rotary, sedangkan Dynamic kompressor (turbo) terdiri dari Centrifugal, axial dan ejector, secara lengkap dapat dilihat dari klasifikasi di bawah ini:

Pengalamatan S7-300 PLC Siemens



1. Alamat Input
Input pada PLC dimulai dari alamat I0.0 sampai I65535.7. Akan tetapi pada PLC Siemens S7-300, alamat yang berhubungan langsung dengan peripheral (ditampilkan di modul training) dimulai dari I124.0 sampai I124.7 dan I125.0 sampai dengan I125.1. Alamat-alamat yang tidak berhubungan dengan peripheral tersebut dapat digunakan sebagai alamat perantara.

2. Alamat Output
Sedangkan outputnya dimulai dari alamat Q0.0 sampai dengan Q65535.7. Dan yang terhubung langsung dengan peripheral (ditampilkan di di modul training) dimulai dari alamat Q124.0 sampai dengan Q124.5

3. Alamat Memory
Selain alamat input dan output, S7-300 PLC Siemens ini menyediakan lokasi memori yang berbeda – beda, dengan pengalamatan yang sangat unik. Kita dapat memilih memori mana yang akan kita pakai dengan terlebih dahulu memilih spesifikasi alamat, yang meliputi Memory area, address Byte-nya dan Bit numbernya. Memory area pada PLC ada 5 macam yaitu : I, Q V dan M yang semuanya itu dapat diakses sebagai Byte, Word ataupun Double Word.

Contoh penulisan pengalamatan baik input/output maupun memory address :

∗ Addressing Input Register (I) :
Format :
Bit I[alamat byte].[alamat bit] = I124.0
Byte, Word, Double Word I[tipe][awal alamat byte] = IB4
∗ Addressing Output Register (Q) :
Format :
Bit Q[alamat byte].[alamat bit] = Q124.0
Byte, Word, Double Word Q[tipe][awal alamat byte] = QW4
∗ Addressing Variabel Memory area (V) :
Format :
Bit V[alamat byte].[alamat bit] = V124.0
Byte, Word, Double Word V[tipe][awal alamat byte] = VDW4
∗ Addressing Bit Memory area (M) :
Format :
Bit M[alamat byte].[alamat bit] = M25.7
Byte, Word, Double Word M[tipe][awal alamat byte] = MD20

Perangkat lunak WinCC (Window Control Center)



WinCC adalah sistem modular yang digunakan untuk memvisualisasikan proses dan mengkonfigurasi grafik antarmuka pengguna Untuk mengamati proses yang di tampilakan secara grafis pada layar. Perangkat lunak Wincc terintegrasi langsung dengan PLC S7 dengan menggunakan kartu antarmuka Simatic Net.Melalui kabel Profibus  yang terhubung ke terminal DB 9 pada MPI ( CPU PLC 7 300 ), dengan menggunakan komunikasi serial RS 485. komputer berfungsi sebagai inti sistem alat ,dimana pada komputer ini terdapat slot PCI .Card interfacing yang ditanam pada komputer  berguna berkomunikasi dengan sistem PLC dan perangkat lunak berupa program yang mendukung sistem ini.

Spesifikasi PLC Siemens S7-300


PLC Siemens S7-300 adalah PLC buatan SIEMENS Jerman. S7-300 ini didesain berbentuk modular, sehingga penggunanya dapat membangun suatu sistem dengan mengkombinasikan komponen-komponen atau susunan modul-modul S7-300. Komponen-Komponen sistem S7-300 disusun dari beragam komponen modular. Komponen-komponennya meliputi :
1.      Modular Power Supply (PS)
2.      Central Processing Unit (CPU)
3.      Signal modules (SM)
4.      Function modules (FM)
5.      Processors Communications(CPs)
Untuk memprogram PLC Siemens S7-300 dapat dilakukan dengan 5 bahasa pemrograman. Dengan adanya 5 bahasa pemrograman, maka pengguna dapat memilih bahasa pemrograman apa yang lebih mudah untuk digunakan. Adapun 5 bahasa pemrograman yang disediakan adalah:
1.      Statement List (STL)
2.      Ladder Diagram (LAD)
3.      Function Block Diagram (FBD)
4.      Step 7 (S7)
5.      Structured Control Language (SCL)

Belajar Ladder Diagram PLC Dengan Simulator Zeliosoft (Dasar)

Jumat, 26 April 2013
Ladder diagram merupakan simbol-simbol yang digunakan untuk menginstruksi PLC. Simbol dan kegunaan ladder diagram diseluruh PLC hampir sama. Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan cara belajar ladder diagram dengan software Zelio Soft yang dapat didownload di bawah ini,
Zeliosoft adalah software simulasi untuk PLC smart relay zelio (saat ini menjadi schneider). Software ini didisain sedemikian rupa sehingga langkah dalam memprogram PLC hampir sama persis seperti kita memprogram Hardware PLC zelio secara nyata. Apabila kita buka halaman depan software zeliosoft maka akan muncul seperti berikut.


Langsung saja kita belajar menggunakan zelio soft. 
1. Untuk memulai program "klik create new program", maka akan muncul choice module.
2. Pada choice module Pilih tipe PLC yang akan diprogram. 

(Penulis lebih sering memilih PLC dengan spesifikasi seperti gambar di bawah ini karena lebih komplit)


3.Setelah memilih PLC serta spesifikasinya, klik "next" kemudian ada pemilihan type PLC seperti di bawah ini. Pilih yang mana aja sesuai kebutuhan. Kemudian klik "next". Setelah itu muncul gambar spesifikasi PLC. klik "next" maka akan muncul lembar kerja.

4. Pada lembar kerja terdapat beberapa instruksi yang terletak di bawah lembar kerja. 
a. Tab I: Sebagai input
b. Tab Z : Merupakan tombol Zx
c. Tab M : Merupakan instruksi Memory
d.Tab Q : Sebagai output
e. Tab T : Timer
f. Tab 061:Counter



Pada artikel kali ini saya akan mencoba membuat program PLC yang sederhana yaitu logika or dengan 2 input 1 output.

5. Klik tab I. maka akan muncul 16 instruksi input I1-IG. 




6. Klik I1 kemudian drag kelembar kerja pada kolom ke 1.


7. Klik I2 kemudian drag kelembar kerja di kolom ke 2.

8. Klik tab Q pilih simbol "[" pada Q1.


9. Klik "[" pada Q1 drag kearah coil seperti gambar di bawah ini


10. Hubungkan input dan output dengan mengklik garis putus-putus pada lembar kerja seperti gambar di bawah ini.


11.Rangkaian gerbang logika OR sudah jadi. Sekarang saatnya simulasi dengan cara klik tombol dengan simbol S.

12. Klik tombol "Run" di pojok kanan atas. Untuk memunculkan tobol klik tab yang terletak dibawah seperti gambar di bawah ini.


13. Tekan tombol I1 atau I2, maka lampu akan menyala sesuai dengan logika "OR". 

Selamat mencoba.........................
---------------------------Dhitz Hugo----------------------------





PLC Festo FC 440

Rabu, 27 Maret 2013


Ada beberapa tipe PLC FESTO. Secara garis besar antara lain FPC, IPC dan FEC. PLC FESTO FC 440 merupakan salah satu dari tipe FEC Compact. PLC FESTO FC 440 memiliki spesifikasi Procesor AMD 186 (20MHz, 2 Mips) dengan 16 memori akses RAM 64 Kbyte, Flash disk dengan kapasitas 100 Kbyte, mempunyai 16 input dan 8 output, mempunyai led status, bahasa pemrograman yang digunakan FST Version 4.2: statement list dengan versi 3.2: statement list dan ladder diagram dalam bahasa Jerman
dan Inggris.Dimensi FC 440 termasuk dalam ukuran yang cukup kecil dan compact. Meskipun ukurannya kecil, akan tetapi memiliki kemampuan dan fasilitas yang dimiliki sangat bagus.




1. Input dan Output (I/O)
Menurut Thiehunan (2002) festo fc 440 ini memiliki jumlah input 16 (analog dan digital) dan memiliki output 8. Untuk digital input memiliki tegangan nominal 24VDC, arusnya 5 mA dan input signal delay
memerlukan 5 ms. Analog input memerlukan convertion time 10 ms, Signal range 0-20 mA. Output out 0 dan out 1 dari FC adalah output dengan relay. Untuk relay tipenya adalah normally open yang akan
menyala jika diberi logic 1 dan akan mati jika diberi logic 0. Sedangkan output out 2 sampai output out 7 adalah output dengan transistor. Setiap output out 2 sampai out 7 yang menggunakan transistor mempunyai proteksi masing- masing terhadap short-circuit maupun overload (kelebihan beban).
Bila short-circuit atau overload terjadi, switching transistor akan mulai memanas. Kemudian proteksi untuk kelebihan panas akan menon aktifkan output yang menyebabkan hal tersebut terjadi, sehingga transistor akan menjadi dingin kembali dan output tersebut kan diaktifkan kembali. Apabila pengaktifan kembali, short-circuit atau overload masih terjadi, maka prosedur tersebut akan diulang. Waktu proses penon-aktifan tersebut tergantung pada overload tersebut, jika overload tersebut kecil maka proses tersebut akan terjadi selama beberapa menit. Tetapi jika overload masih bisa ditoleransi, maka hanya akan memakan waktu kurang dari 1 detik. (Thiehunan : 2002)


2. Alokasi Memori
Alokasi memori PLC FESTO sangat mudah dipahami karena menggunakan bahasa tingkat tinggi tidak seperti kebanyakan PLC yang ada. Memori FC dibagi menjadi beberapa bagian yaitu: Input, Output,
Register, Flag, Timer, Counter dan Program. Ada bagian yang diakses dalam word, ada yang diakses dalam bit dan ada yang diakses dalam word maupun dalam bit. (Thiehunan : 2002)

a. PLC operan
PLC operan terdiri dari kode program untuk menangani data. Data tersebut tersedia pada PLC dalam bentuk operan, yang tidak hanya terdiri dari nilai operan tetapi juga flag dan banyak operan spesial dengan properti yang spesifik. Operan dengan nilai satu bit dibedakan dengan operan dengan nilai 16 bit, biasanya dipanggil dengan words. Dalam beberapa kasus, operan dapat digunakan untuk kedua-duanya. (Thiehunan : 2002)
b. Input
Mempunyai 256 input word (0-255) yang setiap input word mempunyai 16 bit (0-15), dan dapat dialamatkan sebaagai word maupun bit.
c. Ouput
Mempunyai 256 input word (0-255) yang setiap input word mempunyai 16 bit (0-15), dan dapat dialamatkan sebagai word maupun bit.
d. Flag
Mempunyai 10.000 flag word (0-9999) yang setiap flag word mempunyai 16 bit (0-15), dan dapat dialamatkan sebagai word maupun bit.
e. Register
Mempunyai 256 register, hanya dapat dialamatkan sebagai word.
f. Timer
Mempunyai 256 timer, dan dapat diprogram baik sebagi pulse (T), switch-on delay (TON) atau switch-off delay (TOFF) timer dalam LDR dan STL. Setiap timer dari 256 timer tersebut dapat
diinisialisasikan sebagai pulse timer, switch-on delay (TON) atau switch-off delay (TOFF) timer. Tipe dari timer didefinisikan sesuai tujuan dari timer operan (nn mempresentasikan alamat dari timer) ;

1) pulse timer = Tnn ( LDR dan STL)
2) switch-on delay timer = TONnn (LDR)
3) Switch-off delay timer = TOFFnn (LDR)

g. Pulse timer
Sebuah pulse timer memperbolehkan sebuah output untuk diaktifkan sebuah pre- determinal time oleh sebuah input pulse. Sebuah pulse timer hanya akan merespon pada sebuah rising edge dari
kondisi input (pulse). Hal ini terjadi perubahan status dari 0 ke 1. Pulse tersebut akan menjalankan timer (Tnn=1). Timer preset akan diisikan ke dalam timer word dan timer akan mulai berjalan. Timer word
tersebut akan berkurang sampai :
1) Mecapai nilai 0
2) Rising edge lain terdeteksi dalam conditional part, sehingga timer akan diulang
3) Timer status di reset (Tnn=0, Twnn=0)
h. Switch-on delay timer
Timer ini memperbolehkan output menjadi aktif oleh sebuah signal setelah delay time terpenuhi. Timer preset mempresentasikan periode dalay. Pada saat timer berjalan, timer status TON tidak menjadi 1 sampai delay timer terpenuhi. Sebuah rising edge dalam conditional port akan menjalankan timer. Delay time akan berjalan
pada saat :
1) Timer word mencapai 0, dimana timer terpenuhi (TONnn =1, TWnn=0)
2) Kondisi berubah signal 0


i. Switch-off delay timer
Timer ini akan memperbolehkan output untuk dimatikan menggunakan signal 0 setelah delay time terpenuhi. Ketika rising edge akan terdeteksi pada kondisi, timer preset dsiisikan ke dalam timer word. Sebuah trailing, edge akan menjalankan timer dan tetap akan jalan sampai:
1) Timer word mencapai nilai 0 timer telah terpenuhi (TOFFnn = 0, TWnn=0)
2) Timer diinisialisasikan ulang sebuah rising edge.

j. Counters
Operations:
One-bit:                  Interrogate, set, reset, assign, assign negated
Multibit:                  Load, compare
C0 to C255            Counter status, one-bit
CW0 to CW255     Counter word, multibit
CP0 to CP255       Counter preset, multibit

k. Constants
Operations:               Load, compare
Knnnnn                   Multibit


l. Function unit
Mempunyai 256 function unit, 7 diantaranya (32-38) dapat digunakan untuk passing parameter, kemudian sisanya tersedia untuk pemakaian seperti biasa. Functioan unit FU32 sampai FU38 tersedia untuk setiap program karena mereka dipakai untuk menyampaikan parameter (passing parameter) ke modul. (Thiehunan : 2002)





PLC Zelio SR2 B201 BD (Smart Relay)

Senin, 25 Februari 2013
PLC (Programmable Logic Control) Zelio SR2 B201 BD merupakan smart relay yang terdiri beberapa input dan output. Smart relay adalah suatu alat yang dapat diprogram oleh bahasa tertentu yang biasa digunakan pada proses automasi. Smart relay memiliki ukuran yang kecil dan relatif ringan. Zelio logic smart relay didesain untuk automasi sistem yang biasa digunakan pada aplikasi industri dan komersial. Untuk keperluan industri biasanya digunakan untuk aplikasi small finishing, packaging dan juga proses produksi. Selain itu juga digunakan untuk mesin-mesin yang berskala kecil sampai dengan yang berskala besar dan terkadang juga digunakan untuk home industry. Untuk sektor komersial atau bangunan biasanya digunakan untuk alat penggulung, pintu masuk, instalasi listrik, compressor dan lain-lain yang menggunakan sistem automasi.



Terdapat 2 tipe smart relay yaitu tipe compact dan tipe modular. Perbedaannya adalah pada tipe modular dapat ditambahkan extension module sehingga dapat ditambahkan input dan output. Meskipun demikian penambahan modul tersebut tetap terbatas yaitu hanya bisa ditambahkan sampai dengan 40 I/O. Selain itu untuk tipe modular juga dapat dimonitor jarak jauh dengan penambahan modul. Smart relay merupakan suatu bentuk khusus dari pengontrol berbasis mikroprosesor yang memanfaatkan memori yang dapat diprogram untuk menyimpan instruksi-instruksi dengan aturan tertentu dan dapat mengimplementasikan fungsi-fungsi khusus seperti fungsi logika, sequencing, pewaktuan (timing), pencacahan (counting) dan aritmatika yang bertujuan untuk mengontrol mesin-mesin dan proses-proses yang akan dilakukan secara otomatis dan berulang-ulang. Smart relay ini dirancang sebaik mungkin agar mudah dioperasikan dan dapat diprogram oleh nonprogrammer khusus. Oleh karena itu perancang smart relay telah menempatkan sebuah program awal (interpreter) di dalam piranti ini yang memungkinkan pengguna menginput program-program kontrol sesuai dengan kebutuhan mereka. Program-program tersebut dapat dijalankan dengan suatu bentuk bahasa pemrograman yang relatif sederhana dan mudah untuk dimengerti. Selain itu program-program tersebut juga dapat diubah atau diganti dengan mudah sesuai dengan kebutuhan.


Keuntungan menggunakan Zelio Smart Relay adalah:
1.      Pemrograman yang sederhana. Dengan adanya layar LCD yang besar dan dilengkapi dengan backlight memungkinkan dilakukannya pemrograman melalui front panel atau menggunakan Zelio Soft 2 Software. 
2. Instalasi yang mudah.
3. Harga lebih murah dibandingkan dengan menggunakan PLC.
4. Fleksibel, kompak dan dapat ditambahkan modul tambahan bila diperlukan, dual programming language, dan multiple power capabilities (12 VDC, 24 VDC, 24 VAC dan 120 VAC).
5. Open connectivity. Sistem Zelio dapat dimonitor secara jarak jauh dengan cara menambahkan extension modul berupa modem. Juga tersedia modul modbus sehingga Zelio dapat menjadi slave OLC dalam suatu jaringan PLC.
Pemrograman yang digunakan pada smart relay telemecanique dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara menggunakan tombol-tombol yang terdapat pada smart relay sehingga dapat mengubah program secara langsung dari smart relay tersebut. Selain itu pemrograman juga dapat dilakukan dengan komputer yang menggunakan software ”Zelio Soft 2”.
Cara kerja smart relay yang pertama adalah memeriksa kondisi input. Smart relay akan memeriksa setiap input yang ada, kemudian semuanya akan diinputkan ke dalam memori. Langkah kedua adalah mengeksekusi program pada suatu instruksi, sehingga kerja smart relay dapat berjalan berdasarkan programnya. Langkah terakhir, smart relay akan mengatur status pada perangkat keluaran. 

Komponen-komponen sistem PLC

Jumat, 22 Februari 2013


PLC merupakan sistem mikrokontroller yang digunakan untuk mesin-mesin besar di industri, artinya terdapat suatu perangkat lunak dan perangkat keras yang terdapat dalam suatu piranti elektronik untuk keperluan aplikasi dalam dunia industri. Berikut ini merupakan beberapa komponen yang terdapat di sistem PLC Agfianto E.P. (2004 : 6-11).
1)        Unit Pengolah Pusat (CPU – Central Processing Unit)
Unit pengolah pusat merupakan otak dari sebuah kontroler PLC. CPU itu sendiri biasanya merupaka sebuah mikrokontroler versi mini, pada awalnya merupaka mikrokontroler 8-bit seperti 8051 namun saat ini bisa merupakan mikrokontroler 16-bit atau 32-bit. CPU ini juga menangani komunikasi dengan piranti eksternal, interkonektivitas antar bagian-bagian internal PLC, eksekusi program, manajemen memori, mengawasi atau mengamati masukan dan memberikan sinyal ke keluaran (sesuai dengan proses atau program yamg dijalankan).
2)        Memori
Memori sistem (saat ini banyak yang mengimplementasikan penggunaan teknologi flash) digunakan oleh PLC untuk sistem kontrol proses. Selain berfungsi untuk menyimpan ‘sistem operasi’, juga digunakan untuk menyimpan program yang harus dijalankan, dalam bentuk biner, hasil terjemahan diagram tangga yang dibuat oleh pengguna atau pemrogram.
3)        Pemograman PLC
Kontroler PLC dapat diprogram melalui komputer, tetapi juga bisa diprogram melalui pemrogram manual yang biasa disebut konsol (console).
Hampir semua produk perangkat lunak untuk memprogram PLC memberikan kebebasan berbagai macam pilihan seperti memaksa suatu saklar (masukan atau keluaran) bernilai ON atau OFF, melakukan pengawasan program (monitoring) secara real-time termasuk pembuatan dokumentasi diagram tangga yang bersangkutan. Dokumentasi diagram tangga ini diperlukan untuk memahami program sekaligus dapat digunakan untuk pelacakan kesalahan. Pemogram dapat memberikan nama pada piranti masukan maupun keluaran, komentar-komentar pada blok diagram dan lain sebagainya. Pemberian dokumentasi maupun komentar pada program, akan memberikan kemudahan dalam melakukan pembenahan.
4)        Catu Daya PLC
Catu daya listrik digunakan untuk memberikan pasokan catu daya ke seluruh bagian PLC (termasuk CPU, memori, dan lain-lain). Kebanyakan PLC bekerja dengan catu daya 24 VDC atau 220 VAC dan beberapa PLC catu dayanya terpisah (sebagai modul sendiri).
Catu daya listrik ini biasanya tidak digunakan untuk memberikan catu daya langsung ke masukan maupun keluaran, artinya masukan atau keluaran murni merupakan saklar (baik relai maupun optoisolator).
5)        Masukan-masukan PLC
Kecerdasan sebuah sistem terotomasi sangat tergantung pada kemampuan sebuah PLC untuk membaca sinyal dari berbagai macam jenis sensor dan piranti-piranti masukan lainnya, penggunaan sensor dan piranti-piranti masukan adalah untuk mendeteksi proses atau kondisi atau status suatu keadaan atau proses yang sedang terjadi.
Sinyal-sinyal masukan dapat berupa logik (ON atau OFF) maupun analog. PLC kecil biasanya hanya memiliki jalur masukan digital saja atau logik, namun untuk PLC yang besar mampu menerima masukan analog melalui unit khusus yang terpadu pada PLC tersebut. Sinyal analog yang sering dijumpai adalah sinyal arus 4 hingga 20 mA (mV) yang diperoleh dari berbagai macam sensor, selain sensor peralatan lain juga dapat dijadikan sebagai masukan seperti citra dari kamera, robot, dan lain-lain.
6)        Keluaran-keluaran PLC
Sistem terotomasi tidak akan lengkap jika tidak ada fasilitas keluaran atau fasilitas untuk menghubungkan dengan alat-alat eksternal (yang dikendalikan). Beberapa alat atau piranti keluaran adalah motor, solenoid, relai, lampu indikator, speaker, dan lain-lain.
Keluaran yang dihasilkan dapat berupa analog maupun digital, keluaran digital berupa sebuah saklar yang menghubungkan atau memutuskan jalur sedangkan keluaran analog digunakan untuk menghasilkan sinyal analog yang berupa perubahan tegangan untuk mengendalikan putaran motor secara regulasi linear sehingga diperoleh kecepatan putar tertentu.
7)        Pengaturan atau Antarmuka Masukan dan Antarmuka Keluaran
Antarmuka masukan berada di antara jalur masukan yang sesungguhnya dengan unit CPU. Tujuannya adalah melindungi CPU dari sinyal-sinyal yang tidak dikehendaki yang bisa merusak CPU itu sendiri. Fungsi dari modul ini adalah untuk mengkonversikan atau mengubah sinyal-sinyal masukan dari luar ke sinyal-sinyal yang sesuai dengan tegangan kerja CPU yang bersangkutan.
Sebagaimana pada antarmuka masukan, keluaran juga membutuhkan suatu antarmuka yang sama digunakan untuk memberikan perlindungan antara CPU dengan peralatan eksternal dan piranti-piranti keluaran lainnya.

PENGOPERASIAN SOFTWARE FSTIPC (PLC FESTO FEC-20)

Senin, 04 Februari 2013

Langkah pengoperasian (Untuk Ladder Diagram):

1.    Jalankan software FSTIPC dari promt C:> ketik CD FESTO     <enter>
2.    dari folder C:\FESTO\> ketik FSTIPC <enter>
3.    Tekan sembarang tombol hingga muncul menu FSTIPC
4.    Pilih Project Management
5.    Pilih create project untuk membuat project baru
6.    Isi nama project (maksimal 8 huruf, misal LATIH1  )
7.    Isi diskripsi (dibuat untuk mengingat, misal LOGIKA AND)
8.    Pilih Utilities, Pilih Alocation list
9.    Isilah Allocation list sesuai dengan rancangan input, output dan flag.
Misal :      Ab. Sol          :  I0.0                    <enter>
Symbolic       : S1                        <tekan F1>
              Description    : Saklar push on       <tekan F1>
10. Ulangi langkah 9 sampai rancangan selesai.
11. Tekan F8 dan Pilih Save and quit editor, untuk menyimpan dan keluar editor.
12. Pilih I/O Configuration, kemudian tekan F1.
13. Pilih FEC                       <enter>
14. Isikan IW Number : 0   <enter>
15. Isikan OW Number : 0  < tekan F1>
16. Tekan F8 dan Pilih Save and quit editor, untuk menyimpan dan keluar editor.
17. Pilih Ladder Diagram
18. Pilih Ladder Editor
19. Tekan <enter> 3 kali kemudian isilah description-nya, akhiri dengan menekan F1
20. Untuk membuat ladder diagram pada job ke-1 tekan F1 pilih NO <enter>
21. Tekan F3 isikan S1 kemudian enter
22. Tekan panah kanan untuk contact kedua, lakukan langkah 20 dan 21 untuk S2.
23. Tekan panah kanan hingga pointer ke kurung disebelah kanan (coil), tekan F3 ketik LAMPU kemudian enter.
24. Tekan F8 dan Pilih Save and quit editor untuk menyimpan dan mengakhiri
25. Rakit PLC sesuai gambar rangkaian dan nyalakan tombol POWER PLC.
26. Transfer program ke PLC dengan Pilih LOAD PROJECT
27. Tandai project yang akan ditransfer dengan menekan tombol enter sehingga muncul tanda * , kemudian tekan F1 untuk eksekusi.
28. Tekan Y untuk pertanyaan Load Program Y/N ?
29. Tunggu proses transfer selesai dengan munculnya kembali menu ladder diagram.
30. Tekan tombol RUN / STOP di PLC hingga kembali ke posisi RUN dan jika lampu indikator menyala hijau berarti PLC siap untuk diuji.

Soal Cerita (kasus) Ujian PLC

Kamis, 31 Januari 2013

  1. Logika AND
Sebuah motor dengan dua buah tombol push ON. Motor akan bekerja jika kedua tombol tersebut ditekan bersama-sama. Motor tidak akan berjalan jika salah satu atau kedua tombol tidak ditekan.

  1. Logika OR
Sebuah motor dengan dua buah tombol push ON. Motor akan bekerja jika salah satu atau kedua tombol tersebut ditekan. Motor tidak akan berjalan jika kedua tombol tidak ditekan.

  1. Pemrograman Pemanfaatan flag/memori sebagai pengunci
Sebuah motor dengan sebuah tombol start (push ON) dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor akan berjalan jika tombol start ditekan dan akan tetap berjalan meskipun tombol start dilepaskan. Motor akan berhenti jika tombol stop ditekan.

  1. Pemrograman Sebuah motor dikendalikan dari dua tempat 
Sebuah motor dengan dua buah tombol start (push ON) dan dua buah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor akan berjalan jika tombol start ditekan dan akan tetap berjalan meskipun tombol start dilepaskan. Motor akan berhenti jika tombol stop ditekan. Motor dapat dikendalikan dari 2 tempat yang berbeda.

  1. Pemrograman Dua buah motor berjalan berurutan manual
Dua buah motor dengan dua buah tombol start (push ON) dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor 1 akan berjalan jika tombol start 1 ditekan dan akan disusul motor 2 berjalan jika tombol start 2 ditekan. Motor 2 tidak akan berjalan jika motor 1 belum berjalan. Motor akan berhenti jika tombol stop ditekan.

  1. Pemrograman Dua buah motor berjalan bergantian manual
Dua buah motor dengan dua buah tombol start (push ON) bekerja sebagai berikut: motor 1 akan berjalan jika tombol start 1 ditekan dan akan berhenti jika tombol start 2 ditekan, pada saat yang bersamaan motor 2 berjalan. Dan sebaliknya motor 2 akan berhenti jika tombol start 1 ditekan, pada saat bersamaan motor 1 berjalan.  Kedua motor tidak akan berjalan bersamaan.

  1. Pemrograman Sebuah motor putar kiri dan putar kanan bergantian manual
Sebuah motor 3 phase dengan dua buah tombol start (push ON) dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor akan berputar kekiri jika tombol start 1 ditekan dan tidak akan ada pengaruhnya manakala tombol start 2 ditekan sebelum tombol stop ditekan. Motor akan berputar kekanan jika motor sudah berhenti dengan menekan tombol stop dan tombol start 2 ditekan.

  1. Pemrograman Saklar bintang-segitiga manual 
Sebuah motor 3 phase dengan dua buah tombol start (push ON), dua buah MC dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor akan berjalan jika tombol start 1 ditekan dan akan berjalan secara optimal jika tombol start 2 ditekan. Motor tidak akan berjalan jika tombol start 1 belum ditekan. Motor akan berhenti jika tombol stop ditekan.


  1. Pemrograman Timer (ON Delay)
Sebuah motor dengan sebuah tombol start (push ON) dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor akan berjalan selang beberapa lama tombol start ditekan. Motor akan berhenti jika tombol stop ditekan.

  1. Pemrograman Dua buah motor berjalan berurutan otomatis
Dua buah motor dengan sebuah tombol start (push ON) dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor 1 akan berjalan saat tombol start ditekan, selang 3 detik motor 2 akan berjalan secara otomatis. Motor akan berhenti bersama-sama jika tombol stop ditekan.

  1. Pemrograman Dua buah motor berjalan bergantian otomatis
Dua buah motor dengan sebuah tombol start (push ON) dan sebuah tombol stop (push OFF) bekerja sebagai berikut: motor 1 akan berjalan saat tombol start ditekan, selang 3 detik motor 2 akan berjalan secara otomatis dan motor 1 berhenti. Motor 2 akan berhenti jika tombol stop ditekan.

  1. Pemrograman Sebuah motor putar kiri dan putar kanan bergantian otomatis
Sebuah motor akan berputar ke kiri saat tombol start ditekan, selang waktu 3 detik motor akan berhenti otomatis selama 3 detik, selanjutnya motor secara otomatis berputar ke kanan selama 3 detik, kemudian motor mati secara otomatis.

  1. Pemrograman Saklar bintang-segitiga otomatis

  1. Pemrograman Lima motor berjalan bergantian otomatis

  1. Pemrograman Lima buah motor berjalan bergantian dan berulang terus secara otomatis

  1. Pemrograman Lima buah motor berjalan bergantian dan berulang terus secara otomatis selama lima siklus.
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger