Arsip Blog

Karakteristik Penelitian Kuantitatif

Selasa, 29 Oktober 2013
Adapun karateristik penelitian kuantitatif adalah:
1. Instrumen Pengumpulan Data
Pada penelitian ini instrumen data berupa tes tertulis, kuesioner,dan kolom-kolom pengamatan yag dibantu dengan alat tulis. Peneliti dapat menugaskan sejumlah enumerator (petugas pengumpul data). Karena data yang akan dikumpulkan serta isntrumen yang digunakan sudah baku. Insturmen penelitiannya telah disiapkan sebelumnya, sehingga tidak mungkin untuk melakukan perubahan.

2. Data Dapat Diobservasi Dan Diukur
Dalam penelitian kuantitatif, analisis datanya menggunakan proses matematik yang disebut prosedur statistik, seperti menyediakan informasi untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian.

3. Rancangan Penelitian atau Desain
Dipakai untuk menuju pada rencana penelitian tentang bagaimana ia akan melaksanakan penelitian. Dalam hal ini termasuk di dalamnya langkah-langkah/prosedur, yang terdiri dari :
pengumpulan data
menganalisis dan melaporkan hasil penelitian.

4. Jumlah Subjek Banyak
Semakin banyak subjek (anggota sampel) yang diteliti semakin kuat keabsahan jeneralisasi

5. Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuabtitatif
a.Dari segi teknik, masing-masing memberikan pada tekanan pada teknik tertentu dalam prosedur, prosedur, pengumpulan data dan analisis data.
b.Dari Segi Kriteria Kualitas, Penelitian Kuantitatif menggunakan kriteria validitas (internal dan eksternal), reliabilitas dan objektifitas untuk menentukan kualitas penelitiannya. Sedangkan penelitian kuantitatif menggunakan kriteria relevansi dalam menentukan kualitas penelitiannya (apakah yang dilaporkan peneliti sesuai dengan kenyataan)
c.Dari segi sumber teori, Penelitian Kuantitatif teori secara opriori, yaitu menghasilkan hipotesis dan kemudian dilakukan verifikasi. Sedangkan Penelitian Kualitatif, merumuskan teori sejak awal dan bersumber dalam kehidupan nyata.
d.Dari segi maksud, Penelitian kuantitatif tujuannya adalah untuk mendapatkan pengetahuan melalui pengujian hipotesis yang ditetapkan sebelumnya.sedangkan Penelitian Kualitatif, merumuskan pengetahuan yang belum ada dalam teori yang berlaku
---- Catatanya Didit ( diditnote.blogspot.com )----

Dianjurkan....! Biasakan Minum Air Putih Saat Bangun Tidur

Minum air putih saat bangun tidur sangat dianjurkan dikarenakan banyak sekali manfaat yang didapatkan apabila meminum air putih disaat bangun tidur. Oleh karenanya cobalah biasakan meminum air putih disaat bangun tidur. Berikut beberapa manfaat yang akan didapatkan jika meminum air putih disaat bangun tidur:
1. Menambah energi
Minum air saat bangun tidur dapat meningkatkan metabolisme, membantu seseorang menjadi lebih waspada dan merasa lebih segar karena adanya peningkatan energi di dalam tubuh. Hal ini karena hampir semua bagian tubuh memerlukan air agar bisa bekerja secara optimal, jika tubuh dehidrasi akan timbul kelelahan dan lesu sehingga menjadi tidak efisien.

2. Mencegah sakit
Jika sering sakit, hal ini dapat dikarenakan tubuh kekurangan cairan. Air memegang peranan penting dalam menjaga sistem limfatik. Ketika sistem ini seimbang, tubuh dapat melawan infeksi dengan lebih baik.

3. Mengurangi berat badan
Minum air saat bangun tidur baik untuk sistem pencernaan manusia. Hal inilah yang membuat cara ini efektif untuk mengurangi berat badan. Penelitian menunjukkan, minum air saat perut kosong di pagi hari dapat meningkatkan laju metabolisme sepanjang hari. Air juga membuat rasa kenyang sehingga dapat menunda lapar.

4. Menghilangkan racun
Minum air di pagi hari akan membantu meringankan fungsi ginjal dalam hal menghilangkan berbagai racun dan produk buangan (limbah) dari dalam sistem tubuh. Hal ini karena saat malam hari tubuh tidak mendapatkan asupan cairan.

Source: Kompas.Com
---- Catatanya Didit ( diditnote.blogspot.com )----

Karakteritik Penelitian Kualitatif



Paradigma alamiah yang menjadi pegangan penelitian kualitatif melahirkan karakteristik yang berbeda dengan penelitian kuantitatif. Adapun karakteristik penelitian kualitatif adalah sebagai berikut :

1. Penelitian kualitatif memiliki setting alamiah sebagai sumber data
Maksudnya bahwa prilaku manusia secara signifikan dipengaruhi oleh setiting dimana perilaku itu terjadi, dan mereka merasa bahwa perilaku dapat dimengerti secara baik apabila diobservasikan dalam setting dimana peristiwanya terjadi. Dalam hal ini, ketika data diperoleh, peneliti harus perlu mengetahui dimana data itu diperoleh, bagaimana memperoleh data tersebut dan dibawah peristiwa apa data itu muncul atau terjadi.

2. Peneliti sebagai instrumen penelitian
Dalam hal ini instrume penelitian yang menjadi pondasi adalah peneliti itu sendiri, karena desain, data yang dikumpulkan, dan fokus penelitian bisa berubah sesuai dengan kondisi alamiah, sehingga peneliti dapat melakukan penyesuaian sejalan dengan kenyataan-kenyataan yang terjadi dilapangan karena peneliti sebagai instrumen penelitian, ia bukan benda mati seperti angka, skala, tes, dan sebagainya, tetapi ia dapat berhubungan dengan subjek penelitian dan mampu memahami keterkaitannya dengan kenyataan di lapangan sehingga dapat mengantisipasi dan mengganti strategi apabila kehadirannya akan mengganggu fenomena yang terjadi.

3. Peneliti kualitatif lebih memperhatikan proses dari pada hasil penelitian
Misalnya, untuk meneliti pola asuh orang tua terhadap anak-anaknya maka peneliti akan menterjemahkan pola asuh orang tua tersebut dengan mengobservasi bagaimana sikap dan prilaku orang tua dalam interaksi sehari-harinya dengan anak-anaknya dan mengobservasi bagaimana sikap dan prilaku anak-anak dalam berinteraksi dengan orang tuanya. Dengan mengumpulkan data dari interaksi tersebut, maka peneliti baru dapat menarik kesimpulan.

4. peneliti kualitatif adalah deskriptif
Yaitu berusaha menggambarkan suatu gejala sosial, ekonomi dan keagamaan. Dalam hal ini, data yang dikumpulkan adalah bentuk kata-kata atau gambar, data tersebut meliputi transkip interviu, catatan lapangan, fotografi, vidiotapes, dokumen personal, memo, dan catatan resmi lainnya. Peneliti mencoba untuk menganalisa semua data yang diperoleh secara sama atau sedekat mungkin dengan bentuk data aslinya saat data itu di catat atau direkam.
5. Cenderung menganalisa datanya secara induktif
Peneliti mencari data tidak untuk menguji hipotesis tapi untuk melakukan abstraksi berdasarkan fakta-fakta atau keterangan-keterangan yang telah dikumpulkan. Dalam penelitian kualitatif terdapat batas yang ditentukan oleh fokus penelitian yang berdasarkan interaksi antara peneliti dan permasalahan penelitian.

6. Pemaknaan Meupakan Perhatian Utama dari Penelitian Kaulitatif
Orientasi pada perspektif yang diteliti (partisipant perspektif). Membutuhkan kepastian bahwa ia memperoleh perspektif secara akurat.

7. Pentingnya Kontak Personal Langsung dengan Subjek
Untuk menjaga setting alamiah dan kelancaran memperoleh data yang diperlukan. Hasil penelitian juga bergantung pada kualitas hubungan antara peneliti sebagai pencari data dan subjek tau kelompok subjek yang menjadi sumber data.
8. Biasanya Merupakan Penelitian Lapangan ( Field Word)
Menuntut peneliti untuk secara fisik menjumpai atau mendatangi orang, masyarakat, setting, tempat, institut (field) agar dapat mengobservasi fenomena yang diteliti dalam setting alamiahnya.

---- Catatanya Didit ( diditnote.blogspot.com )----

Pengertian dan Perihal tentang Paradigma Penelitian Kuantitatif


Merupakan satu pendekatan penelitian yang dibangun berdasarkan filsafat yang menolak unsur metafisik dan feologik dari realitas sosial.
Secara epistemologis, dalam penelitian kuantitatif diterima suatu paradigma, bahwa sumber pengetahuan paling utama adalah fakta yang sudah pernah terjadi, dan lebih khusus lagi hal-hal yang dapat ditangkap panca indra. Pengetahuan itu,bersumber dari fakta yang diperoleh melalui panca indera, maka ilmu pengetahuan harus didasarkan pada eksperimen, induksi dan observasi.
Paradigma kuantitatif berpandangan bahwa sumber ilmu terdiri dari dua, yaitu :
pemikiran rasional data empiris yang ukuran kebenaran terletak pada koherensi, yaitu sesuai dengan teori-teori terdahulu dan korenpondensi, yaitu sesuai dengan kenyataan empiris.
Penelitian kuantitaif dikembangkan oleh penganut pasitivisme yang dipelopori oleh Auguste Conte yang berpendapat bahwa untuk memacu pekembangan ilmu-ilmu sosial, maka metode-metode IPA harus diadopsi kedalam riset-riset ilmu sosial. Karenanya dalam penelitian kuantitatif pengukuran terhadap gejala yang diamati menjadi penting sehingga pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan berstruktur (angket) yang disusun berdasarkan pengukuran terhadap variable yang diteliti yang kemudian menghasilkan data kuantitatif

---- Catatanya Didit ( diditnote.blogspot.com )----

Pengertian dan Perihal tentang Paradigma Penelitian Kualitatif


Adalah satu model penelitian humanistik yang menempatkan manusia sebagai subjek utama dalam peristiwa sosial/budaya.
Penelitian Kualitatif dibangun berlandaskan paradigma fenomenologis dari Edmund Hussert (1859-1926). Pada hakikatnya penelitian kualitatif adalah suatu kegiatan sistematis untuk menemukan teori bukan untuk menguji teori atau hipotesis . dalam penelitian kualitatif “proses” penelitian merupakan suatu yang lebih penting dibanding dengan hasil yang diperoleh.
Istilah penelitian kualitatif merupakan jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya, misalnya dapat berupa penelitian tentang kehidupan, riwayat dan prilaku seseorang, peranan organisasi serta pergerakan sosial.
Penelitian kualitatif dapat digunakan untuk mengungkap dan memahami sesuatu dibalik fenomena yang sedikitpun belum diketahui. Penelitian kualitatif bertolak dari paradigma alamiah, artinya penelitian ini mengasumsikan bahwa realitas empiris terjadi dalam suatu konteks sosial-kultural saling terkait satu sama lain. Peneliti berusaha menggambarkan fenomena sosial holistik tanpa perlakuan manipulatif. Keaslian dan kepastian merupakan faktor yang sangat ditekankan.

Khusus dalam proses analisis dan pengambilan kesimpulan, paradigma penelitian menggunakan induksi analitis, yaitu satu pendekatan pengolahan data ke dalam konsep-konsep dan kategori-kategori dan simbol-simbol yang digunakan tidak dalam bentuk numerik (angka) melainkan dalam bentuk deskripsi dan ekstrapolasi yaitu cara pengambilan keputusan yang dilakukan secara bertahap dari satu kasus ke kasus yang lainnya.
---- Catatanya Didit ( diditnote.blogspot.com )----

Sistem Bilangan Digital dan Konversi Bilangan

Sistem Digital adalah suatu sistem yang berfungsi untuk mengukur suatu nilai atau besaran yang bersifat tetap atau tidak teratur dalam bentuk diskrit berupa digit digit atau angka angka. Biasanya sebelum mempelajari lebih dalam tentang sistem digital pertama pasti kita akan mempelajari yang namanya Sistem Bilangan. Sistem bilangan memiliki 4 macam yaitu Biner, Oktal, Desimal, HexaDesimal.


1. Biner

Biner merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis dua dan hanya mempunyai 2 buah simbol yaitu 0 dan 1. istem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 1010012, 10012, 10102, dll.

2. Oktal

Oktal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis delapan dan memiliki 8 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7). Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 23078, 23558, 1028, dll.

3. Desimal

Desimal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis sepuluh dan memiliki 10 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9). Desimal merupakan sistim bilangan yang biasa digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

4. HexaDesimal

HexaDesimal merupakan sebuah sistim bilangan yang berbasis 16 dan memiliki 16 simbol yang berbeda (0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F). Dalam penulisan biasanya ditulis seperti berikut 2D8616, 12DA16, FA16, dll.


Konversi Bilangan

Konversi Bilangan digunakan untuk mengubah suatu bilangan dari suatu sistim bilangan menjadi bilangan dalam sistim bilangan yang lain.

1.      Biner

a. Biner ke Desimal

Cara mengubah bilangan Biner menjadi bilangan Desimal dengan mengalikan 2n dimana n merupakan posisi bilangan yang dimulai dari angka 0 dan dihitung dari belakang.

Contoh : 110001diubah menjadi bilangan Desimal

1100012= ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21) + ( 1 x 20 )
= 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 49
Jadi, 110012 = 49

b. Biner ke Oktal

Cara mengubah bilangan Biner menjadi bilangan Oktal dengan mengambil 3 digit bilangan dari kanan.

Contoh : 11110011001diubah menjadi bilangan Oktal menjadi

11 110 011 001 = 112 = 21 + 20 = 38
= 1102 = 22 + 21 = 68
= 0112 = 21 + 20 = 38
= 0012 = 20 =18
Jadi, 111100110012 = 36318

c. Biner ke HexaDesimal

Cara mengubah Biner menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengambil 4 digit bilangan dari kanan .

Contoh: 01001111010111002 diubah menjadi bilangan HexaDesimal

0100 1111 0101 1100 = 01002 = 22 = 416
= 11112 = 2+ 2+ 2+ 2= 15 - F16
= 01012 = 2+ 20 = 516
= 11002 = 2+ 22 = 12 - C16
Jadi, 01001111010111002 = 4F5C16






2.      Oktal

a.  Oktal ke Biner

Cara mengubah bilangan Oktal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan Oktal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian di satukan. Untuk bilangan Oktal haruslah memiliki 3 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 3 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.

Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan Biner

261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012

b. Oktal ke Desimal

Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan Desimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal.

Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan Desimal

Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012

Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
010110001= ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
= 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 177
Jadi, 2618 = 177

c. Oktal ke HexaDesimal

Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal. Lalu kita ubah lagi menjadi bilangan HexaDesimal.




Contoh : 2618 diubah menjadi bilangan HexaDesimal

Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
261 = 28 = 0102
= 68 = 1102
= 18 = 0012
Jadi, 2618 = 0101100012

Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
010110001= ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
= 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
= 177

Langkah 3 : mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal
177 kita bagi dengan 16 - 117:16 = 11 sisa 1
11 : 16 = 0 sisa 11 - B
dibaca dari bawah maka menjadi B1
Jadi 2618 = B116


3.      Desimal

      a.  Desimal ke Biner

Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Biner yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 2 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.

Contoh : 25 diubah menjadi bilangan Biner

25 : 2 = 12 sisa 1
12 : 2 = 6 sisa 0
6 : 2 = 3 sisa 0
3 : 2 = 1 sisa 1
1 : 2 = 0 sisa 1
maka ditulis 11001
Jadi 25 = 110012

b. Desimal ke Oktal

Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 8 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.




Contoh : 80 diubah menjadi bilangan Oktal

80 : 8 = 10 sisa 0
10 : 8 = 1 sisa 2
1 : 8 = 0 sisa 1
maka ditulis 120
Jadi 80 = 1208

c. Desimal ke HexaDesimal

Cara mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 16 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.

Contoh : 275 diubah menjadi bilangan HexaDesimal

275 : 16 = 17 sisa 3
17 : 16 = 1 sisa 1
1 : 16 = 0 sisa 1
maka ditulis 113
Jadi 275 = 11316


4.      HexaDesimal

a. HexaDesimal ke Biner

Cara mengubah bilangan HexaDesimal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan HexaDesimal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian di satukan. Untuk bilangan HexaDesimal haruslah memiliki 4 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 4 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.

Contoh : 4DA216 diubah menjadi bilangan Biner

4DA2 = 416 = 01002
= D16 = 11012
= A16 = 10102
= 216 = 00102
Jadi 4DA216 = 01001101101000102







b.  HexaDesimal ke Desimal

Cara mengubah bilangan biner menjadi bilangan desimal dengan mengalikan 16n dimana n merupakan posisi bilangan yang dimulai dari angka 0 dan dihitung dari belakang.

Contoh : 3C216 diubah menjadi bilangan Desimal

3C216 = ( 3 x 162 ) + ( C(12) x 161) + ( 2 x 160 )
= 768 + 192 + 2
= 962
Jadi 3C216 = 962


c. HexaDesimal ke Oktal

Cara mengubah bilangan HexaDesimal menjadi bilangan Oktal dengan mngubah bilangan HexaDesimal tersebut menjadi bilangan Desimal terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Oktal.

Contoh : 3C216 diubah menjadi bilangan Oktal

Langkah 1: Mengubah bilangan HexaDesimal menjadi Desimal
3C216 = ( 3 x 162 ) + ( C(12) x 161) + ( 2 x 160 )
= 768 + 192 + 2
= 962

Langkah 2 : Mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal
962 : 8 = 120 sisa 2
120 : 8 = 15 sisa 0
15 : 8 = 1 sisa 7
1 : 8 = 0 sisa 1
maka ditulis 1702
Jadi 3C216 = 17028


---- Catatanya Didit ( diditnote.blogspot.com )----
 

Catatannya Didit Copyright © 2011-2015 | Powered by Blogger